Bupati Egi Tantang 152 Pejabat Baru Temukan Daya Ungkit Hadapi 2027

Bupati Egi memberikan pengarahan kepada pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel
Bupati Egi memberikan pengarahan kepada pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, Rabu siang 2 September 2026. Foto: Diskominfo Lamsel

KALIANDA — Menatap tantangan pembangunan 2027, Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama menantang 152 pejabat struktural dan fungsional yang baru dilantik untuk menemukan daya ungkit terbaik dalam diri masing-masing.

Menurut Bupati Egi, keberhasilan birokrasi tak hanya ditentukan kapasitas individu, tapi juga kemampuan bekerja dengan hati, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu Egi sampaikan saat pengarahan kepada pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel, Rabu siang 2 September 2026.

Lahirkan Semangat dan Ide Baru

Egi menegaskan pelantikan bukan sekadar perpindahan jabatan. Ini momentum melahirkan semangat baru, ide segar, dan kerja inovatif untuk percepatan pembangunan.

“Ini menjadi semangat baru, sehingga bisa menghasilkan program-program baru, ide-ide baru, dan kerja-kerja yang baru,” katanya.

Ia menyebut tahun 2027 akan membawa tantangan pembangunan besar. Karena itu, pejabat harus menjadikan momentum ini sebagai ruang evaluasi diri dan kapasitas tim.

“Temukan daya ungkit diri Anda sendiri, bekerjalah dengan hati serta bekerjalah bersama-sama,” tegasnya.

Kualitas Terlihat dari Hasil di Masyarakat

Bupati menilai kualitas aparatur tercermin dari hasil kerja yang dirasakan langsung masyarakat. Tugas harus dijalankan sungguh-sungguh dan tujuan jelas, bukan sekadar kewajiban administratif.

“Apapun yang kita kerjakan dan hasilkan, kualitas itu akan terlihat. Mana yang bekerja dengan hati dan punya tujuan, mana yang hanya memenuhi tugas dan kewajiban,” ujarnya.

Egi juga meminta pejabat mengenali potensi diri sebelum membangun kerja sama.

“Kita harus mengenal diri kita sendiri dulu sebelum bekerja. Kita tak bisa bekerja sendiri-sendiri, kita harus bekerja bersama-sama,” tuturnya.

Bangun Budaya Kerja Kolaboratif

Ia mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel membangun budaya kerja kebersamaan. Menerima kelebihan orang lain dan mengoptimalkan kelebihan diri menjadi fondasi organisasi solid dan adaptif.

“Mari bekerja dengan rasa. Menerima kelebihan orang lain dan kelebihan diri. Barulah kita bisa mengisi ruang kerja sama, sehingga tak berdiri sendiri-sendiri,” katanya.

Menutup arahan, Egi mengingatkan setiap pengabdian punya proses.

Ia mengajak seluruh pejabat baru untuk menjadikan setiap kans sebagai energi positif dalam memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.

“Percayalah, semua ada awalan dan akhiran. Di antaranya keduanya ada proses dan pilihan. Mau mensyukuri atau tidak, pilihannya ada di tangan masing-masing,” kata Egi. (Kmf)

Related posts

Leave a Comment