DPRD Lampung Dorong Karang Taruna Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat

Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, hadiri Temu Karya VIII Karang Taruna Lampung di Balai Keratun
Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, hadiri Temu Karya VIII Karang Taruna Lampung di Balai Keratun, Sabtu 8 Agustus 2026. Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – DPRD Provinsi Lampung mendorong Karang Taruna memperkuat peran sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa. Penguatan itu dinilai penting agar potensi generasi muda menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Temu Karya VIII Karang Taruna Provinsi Lampung di Balai Keratun, 7–8 Agustus 2026.

Dalam forum itu, Wahrul Fauzi Silalahi resmi menjabat Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung periode 2026–2031.

Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, hadir dalam kegiatan itu menilai Karang Taruna memiliki posisi strategis karena tumbuh dari masyarakat dan memiliki jaringan hingga desa.

“Penguatan Karang Taruna harus diarahkan pada program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Fokusnya pada pemberdayaan pemuda, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan partisipasi generasi muda dalam pembangunan,” ujar Giri.

Keliling Lampung

Kepemimpinan baru di bawah Wahrul Fauzi akan menjadi momentum memperkuat organisasi hingga kabupaten/kota dan desa. Dengan begitu Karang Taruna tak hanya aktif secara organisasi, tapi mampu menjadi bagian solusi persoalan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Wahrul menyampaikan komitmennya membawa Karang Taruna lebih dekat ke masyarakat.

“Terima kasih atas kepercayaannya. Karang Taruna ialah organisasi pemuda yang tumbuh secara organik hingga ke pelosok desa. Kita berharap ke depan organisasi ini tumbuh lebih subur demi kemajuan Lampung,” katanya, Sabtu 8 Agustus 2026.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Anggota DPRD Lampung ini akan fokus pada konsolidasi dan penguatan struktur organisasi.

“Dalam waktu dekat saya akan langsung berkeliling Lampung untuk menggerakkan kembali mesin-mesin organisasi Karang Taruna dan bertemu pengurus di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, perlu melakukan konsolidasi agar roda organisasi berjalan efektif hingga tingkat bawah dan Karang Taruna benar-benar masyarakat rasakan manfaatnya.

“Pabrik Kader”

Pengurus Nasional Karang Taruna Bidang OKK, Ahmad Bahtiar Sebayang berkata Karang Taruna harus kembali menjalankan peran strategis sebagai wadah membentuk kader muda.

“Karang Taruna harus jadi pabrik menyetak kader-kader terbaik bangsa, khususnya bagi Lampung. Saya berharap ketua baru betul-betul menghidupkan roda organisasi hingga ke tingkat desa,” katanya.

Temu Karya VIII juga menjadi momentum konsolidasi sejarah. Ini karena hadir mantan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung dari berbagai periode sejak 1987.

Ketua Karang Taruna 1987 Fauzi AT optimistis dengan kepemimpinan Wahrul.

“Melihat latar belakang Bung Wahrul yang lahir dari pergerakan dan orang hukum, saya yakin Karang Taruna ke depan akan kembali berkibar,” ujarnya.

Kepemimpinan Wahrul periode 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat organisasi dan memperluas kontribusi Karang Taruna dalam pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa. (hms)

Related posts

Leave a Comment