LIFMove 2026 Usung Sencacanan, Wastra Lampung Tampil di Panggung Internasional

Ketua Dekranasda Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dan Ketua DWP Agnesia Bulan Marindo meninjau wastra Lampung di LIFMove 2026
Ketua Dekranasda Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dan Ketua DWP Agnesia Bulan Marindo meninjau wastra Lampung ajang LIFMove 2026 di Hotel Radisson, Rabu (22/7/2026). Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG – Upaya membawa pesona wastra Lampung mendunia kembali diwujudkan Dekranasda Provinsi Lampung. Bersama Bank Indonesia (BI) dan New York Indonesia Fashion Week (NYIFW), Dekranasda menggelar Lampung International Fashion Movement (LIFMove) di Hotel Radisson, Rabu (22/7/2026).

Mengusung tema “Borderless International Fashion”, ajang ini mempertemukan kreativitas desainer lokal, nasional, hingga internasional dalam satu panggung. LIFMove menjadi momentum memperkenalkan kekayaan wastra Lampung ke kancah global.

Acara pembukaan juga hadir Founder sekaligus Producer NYIFW Vanny Tousignant beserta pimpinan daerah, instansi vertikal, dan organisasi wanita se-Provinsi Lampung.

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat daya saing wastra daerah di mata dunia.

“Melalui sinergi desainer, pelaku industri kreatif, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap pergelaran ini melahirkan inovasi baru. Tujuannya memperkuat daya saing fashion Indonesia, khususnya karya anak bangsa dari Lampung di pasar global, sekaligus melestarikan kekayaan budaya kita agar kian mendunia,” ungkapnya.

Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi inklusif, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung resmi meluncurkan mahakarya Sencacanan Wastra Lampung pada rangkaian pembukaan LIFMove 2026.

Sencacanan merupakan hasil pembinaan program Inspiration Class BI yang berarti “Semesta dalam Satu Ikatan”. Karya ini memadukan potensi kriya dari empat wilayah, yakni kerajinan sulam Pesawaran, tenun Lampung Selatan, rajut dan anyaman Pringsewu, serta sentuhan kreatif desainer Bandarlampung.

Sencacanan juga melibatkan talenta muda dari SMK dan desainer penyandang disabilitas dari SLB. Selama enam bulan, program ini menghasilkan 22 karya inovatif dalam kategori wastra, ready to wear, dan home decor.

Penanggungjawab LIFMove 2026 sekaligus inisiator Inspiration Class Laila Al Husna menyebut ajang ini adalah buah dari kolaborasi banyak pihak.

“Keberhasilan membawa karya dan wastra kita ke panggung global bukan hasil kerja satu pihak. Ini buah manis dari kolaborasi, kepercayaan, dan semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat,” tegasnya.

Sebagai bentuk penghargaan, penyelenggara memberikan apresiasi kepada para perajin dan desainer. Penghargaan diserahkan kepada perwakilan perajin dari Pesawaran, Pringsewu, dan Lampung Selatan.

Untuk kategori SLB, penghargaan diberikan kepada Rivaldo (SLB Dharma Bakti Dharma Pertiwi) dan Kiara Aprilianti (SLB PKK Provinsi Lampung).

Kategori SMK diraih Anastasia Metta dan Dwi Sulistiawati (SMKN 1 Bandarlampung), Suci dan Vika Aulia (SMKN 3 Bandarlampung), serta Dhiyank Keisha, Nauli Rahmawati Pasaribu, dan Amanda Syakila Putri (SMKN 4 Bandarlampung). Kategori umum diraih Jodie Chaniago dan Nara Pranitya.

Memasuki fashion show, panggung LIFMove memukau dengan karya dari 3G by Icha Key U.S.A, Trisna Aulia, Owens Joe Indonesia, G.I.H X KAI by Growing Hope, Senyara, Dekranasda Tulang Bawang Barat, Nikou Corlank, dan Ariez Official pada sesi pertama.

Rangkaian pembukaan ditutup momen istimewa. Ketua Dekranasda Lampung Purnama Wulan Sari Mirza bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lampung Agnesia Bulan Marindo tampil di catwalk.

Keduanya memperagakan koleksi Sencacanan Wastra Lampung hasil kolaborasi desainer Ariez Official dan Mama Una, sekaligus menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kebangkitan industri kreatif Lampung. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment