Lampung Tuan Rumah Penas 2029, Gubernur Mirza Perkuat Lumbung Pangan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani hadiri Rembug Utama KTNA Penas XVII 2026 di GOR David Tony Universitas Gorontalo
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani menghadiri Rembug Utama KTNA Penas XVII 2026 di GOR David Tony Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

GORONTALO – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVIII Tahun 2029 menjadi momentum strategis menguatkan posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional. Lampung resmi tuan rumah setelah mengungguli Sumatra Utara dan Sulawesi Tengah dalam pemungutan suara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Lampung mengalahkan Sumatra Utara dengan 5 suara dan Sulawesi Tengah 1 suara. Lampung meraih 29 suara dalam Rembug Utama KTNA Penas XVII 2026 di GOR David Tony Universitas Gorontalo, Jumat (19/6/2026).

“Pertanian adalah tulang punggung perekonomian Lampung. Sekitar 2 juta kepala keluarga gantungkan hidup pada pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan. Kami siap menjadikan Penas 2029 ajang memperlihatkan kekuatan pertanian Lampung ke seluruh Indonesia,” kata Gubernur Mirza.

Pondasi Pertanian Kuat

Dari 9,5 juta penduduk Lampung di 15 kabupaten/kota dan 225 kecamatan, mayoritas bekerja di sektor pertanian dan turunannya. Letak geografis di ujung selatan Sumatra juga jadi keuntungan karena dekat pasar Pulau Jawa. Kondisi Itu mempercepat distribusi dan menaikkan daya saing petani.

Target Produksi Naik

Produksi padi Lampung saat ini 3,2 juta ton/tahun, peringkat 6 nasional. Naik 500 ribu ton dibanding tahun sebelumnya. Pemprov Lampung menargetkan 4-4,5 juta ton pada 2029 lewat peningkatan produktivitas, sarana produksi, dan infrastruktur.

Lampung juga produsen jagung terbesar ke-5 nasional dengan produksi 1,2 juta ton/tahun. Untuk singkong, Lampung kontributor 70 persen produksi nasional yang dikelola 500 ribu keluarga petani

Fokus Hilirisasi

Mirza berkata pengembangan pertanian tak hanya produksi, tapi juga hilirisasi. Komoditas unggulan padi, jagung, singkong, nanas, pisang, kopi, lada, tebu didorong punya nilai tambah lewat industri pengolahan.

Pemprov jalankan program “Desaku Maju” untuk meningkatkan nilai tambah dari desa. Prioritasnya, yaitu fasilitas pupuk organik cair di seluruh desa untuk dongkrak produktivitas 15-30 persen dan bantuan alat pengering (dryer) di desa sentra agar mengurangi penjualan komoditas mentah sekaligus meningkatkan posisi tawar petani.

Siap Jadi Tuan Rumah

Untuk Penas 2029, Mirza menegaskan Lampung siap. Ini dengan dukungan Jalan Tol Trans Sumatra, akses udara dan laut langsung ke Jakarta, ratusan hotel, serta lokasi studi lapang.

Ia optimistis ajang nasional ini akan mendongkrak promosi pertanian, ekonomi, investasi, dan pariwisata Lampung. Selain itu, juga bermanfaat luas bagi petani, nelayan, pelaku usaha, dan masyarakat. (kmf)

Related posts

Leave a Comment