
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempertahankan stabilitas Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada angka 0,00. Raihan capaian itu di tengah 33 provinsi lain di Indonesia mengalami lonjakan harga komoditas.
Pemaparan capaian itu dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Liza Derni secara virtual mengikuti rakor itu di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Lampung, Senin (15/6/2026).
Mengacu data BPS, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan, inflasi nasional saat ini 0,82 dengan tren grafik melandai secara bulanan (month-to-month). Laju inflasi April ke Mei relatif terjaga baik.
Tito menyebut tiga sektor utama penyumbang naik inflasi nasional. Transportasi andil tertinggi 0,61, lalu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,45, serta makanan, minuman, dan tembakau 0,39.
Pemicu gejolak harga pangan harian berasal dari cabai merah 0,08, minyak goreng dan bawang merah masing-masing 0,04, serta gas dan tomat 0,03.
Sebaliknya, sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya deflasi -0,74 karena harga emas melemah dan daya beli masyarakat turun.
Mendagri meminta kepala daerah memperkuat monitor, khususnya antisipasi kenaikan bahan bakar subsidi dan fluktuasi dolar AS.
Dukung SE2026
Dalam rakor yang sama, Mendagri dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti meneken Surat Edaran Bersama terkait Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Agenda nasional berdana APBN ini menjadi instrumen memetakan potensi wilayah, mengukur kemampuan ekonomi, hingga memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Melalui Surat Edaran Mendagri No. 500.2/3811/SJ 24 April 2026, kepala daerah diinstruksikan mendukung penuh SE2026.
Bentuk dukungan itu meliputi sosialisasi via baliho dan videotron, menyediakan fasilitas NGIBAR (NGIsi BAreng) kuesioner dan rakor berkala, gerakkan dinas kawal BUMD, BUMDes, dan sektor usaha, serta mendampingi pendataan kawasan strategis dan vital.
“Kalau bisa kepala daerah yang pertama kali disensus, itu memberi contoh bagus,” tegas Tito.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengajak seluruh pimpinan daerah dan masyarakat menyukseskan SE2026.
“Mari kita sukseskan SE2026 dengan TIR: Terima kedatangan petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga,” ajak Amalia.
Guna memudahkan pengawasan, BPS telah menyediakan live dashboard untuk memantau capaian progres sensus di wilayah masing-masing secara langsung dan real-time.
Nobar Piala Dunia 2026
Mendagri juga menyoroti momentum Piala Dunia FIFA 2026. Ia meminta kepala daerah memfasilitasi nonton bareng (nobar) sebagai hiburan sehat dan penggerak ekonomi UMKM lokal.
“Manfaatkan demam dunia ini untuk menghibur masyarakat, sekaligus dorong UMKM di sekitar lokasi agar ekonomi bergerak,” ujar Tito.
Ia berpesan nobar dikoordinasikan ketat dengan Forkopimda demi menjaga keamanan dan ketertiban. (kmf)