
PESISIR BARAT – Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Rabu 10 Juni 2026. Rumah sakit Rp152,99 miliar dengan 137 tempat tidur ini menjadi rujukan stroke, jantung, kanker untuk wilayah pesisir Lampung.
Setiba di RSUD KH Muhammad Thohir, Presiden Prabowo langsung meninjau fasilitas. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat, poli anak, gigi, umum, THT, kandungan, hingga poli penyakit dalam.
Presiden juga menyapa tenaga kesehatan dan pasien yang sedang berobat. Suasana hangat saat Presiden layani permintaan swafoto dari pengunjung dan pegawai rumah sakit.
Usai peninjauan, acara berlanjut laporan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Ia menyebut RSUD Krui bagian dari 66 rumah sakit rujukan yang pemerintah pusat bangun.
“Atas perintah Presiden, pembangunan 66 rumah sakit termasuk di sini, agar melayani stroke, jantung, kanker, ginjal, ibu dan anak. Lima penyebab kematian utama agar semua selesai di sini,” ujar Budi Gunadi.
Ia menambahkan gedung sudah 100 persen selesai Desember 2025. Alat kesehatan senilai puluhan miliar sedang proses pengiriman. Tenaga medis spesialis hampir lengkap, kecuali jantung dari Lampung.
Prabowo: Kelola Profesional
Dalam sambutan, Presiden Prabowo bersyukur warga Pesisir Barat kini punya akses layanan kesehatan memadai tanpa harus jauh-jauh ke Bandarlampung.
“Saya berpesan agar rumah sakit ini dikelola baik, dijaga kebersihan, manajemen profesional, transparan, berorientasi pelayanan rakyat. Masyarakat harus rasakan manfaat nyata,” tegas Presiden.
Prabowo berharap RSUD KH Muhammad Thohir Krui menjadi pusat pelayanan kesehatan andalan Pesisir Barat dan sekitarnya.
Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir lewat Program Hasil Terbaik Cepat. Progres fisik 100 persen Desember 2025 dengan nilai investasi Rp152,99 miliar bersumber dari APBN.
Kapasitas RSUD ini meningkat dari 98 jadi 137 tempat tidur. Fasilitas modern tersedia, antara lain ICU, ICVCU, hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, rawat jalan, dan ruang kelas rawat inap standar (KRIS).
RSUD Krui hadir menjadi bukti pemerataan kesehatan tak lagi terpusat di kota besar. Di era Prabowo, layanan modern diperluas ke pesisir, perbatasan, daerah terpencil agar warga dapat hak kesehatan yang sama. (BPMI Setpres)