
KRUI – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Rabu 10 Juni 2026. RS Rp152,99 miliar dengan 137 tempat tidur menjadi rujukan utama warga Pesisir Barat-Lampung Barat.
Usulan Gubernur Mirza sejak November 2024 akhirnya terwujud. Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir lewat program percepatan pemerintah pusat agar masyarakat Pesisir Barat dan sekitarnya dapat layanan kesehatan dekat, cepat, berkualitas.
Sebelum peresmian, Presiden Prabowo, Gubernur Mirza, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau fasilitas. Mulai Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, gigi, umum, THT, kandungan dan kebidanan sampai poli penyakit dalam.
Presiden Prabowo bersyukur warga Pesisir Barat kini tak perlu jauh-jauh ke Bandarlampung untuk berobat.
“Saya bergembira Kabupaten Pesisir Barat sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai,” ujar Prabowo.
Pemerataan Kesehatan
Gubernur Mirza menyebut kehadiran RSUD Krui langkah penting pemerataan kesehatan. Selama ini masyarakat pesisir terkendala akses rumah sakit rujukan.
Pemprov Lampung terus mendorong BPJS aktif, MoU layanan, dan penuhi dokter spesialis untuk KJSU KIA dan non-KJSU. Tahun 2024 Pemprov juga mengajukan usulan pembangunan jalan masuk RS, berlanjut IJD 2026.
137 Tempat Tidur
Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir lewat Program Hasil Terbaik Cepat dengan APBN Rp152,99 miliar. Fisik 100 persen selesai Desember 2025.
Kapasitas RSUD ini meningkat dari 98 menjadi 137 tempat tidur. Fasilitas modern lengkap, seperti Intensive Care Unit, Intensive Cardiovascular Care Unit, layanan hemodialisa, kamar operasi, radiologi, laboratorium, layanan rawat jalan, serta ruang Kelas Rawat Inap Standar.
5 Penyakit Utama
Menkes Budi Gunadi menjelaskan RSUD Krui salah satu dari 66 rumah sakit rujukan pusat. Proyeksi RSUD ini mampu menangani 5 penyakit penyebab kematian tertinggi.
“Stroke, jantung, kanker, gangguan ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak,” kata Menkes.
Pemerintah juga terus melengkapi alat kesehatan modern dan tenaga kerja spesialis agar layanan optimal. Dengan ini, masyarakat Pesisir Barat, Lampung Barat, dan sekitarnya tak perlu lagi rujuk ke Bandarlampung atau luar daerah.
Kehadiran RSUD Krui bukti sinergi pusat dan daerah. Pemerataan kesehatan sampai pesisir dan daerah terpencil menjadi nyata. (kmf)