Ketua Fraksi PKS Ajak Masyarakat Kenakan Batik Lampung

Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu. (Foto Istimewa)

BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Guna memperingati Hari Batik Nasional, Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu, mengingatkan melestarikan batik penting. Ini karena batik warisan budaya Infonesia sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

“Tak hanya jadi identitas nasional tapi batik menguatkan posisi Lampung sebagai daerah kaya akan tradisi dan budaya lokal,” kata Ade Utami Ibnu, Rabu (2/10/2024).

Data Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian tahun 2021 menyebutkan, terdapat sekitar 3.159 usaha batik di seluruh Indonesia, termasuk Lampung.

“Batik bukan sekadar produk tekstil, melainkan juga ekspresi budaya yang mencerminkan kekayaan filosofi adat dan kearifan lokal, termasuk nilai-nilai budaya Lampung, seperti Pi’il Pesenggiri, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan,” ujarnya.

Sejalan Peraturan Daerah (Perda) Lampung Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pendidikan Berbasis Agama dan Budaya, ia menekankan, mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan penting.

Pendidikan berbasis filosofi adat Lampung, seperti tertera pasal 8 perda itu, termasuk mengenalkan budaya batik Lampung sebagai bagian kurikulum lokal di sekolah-sekolah dasar dan menengah.

“Generasi muda Lampung harus dapat bekal memahami budaya lokal, termasuk batik. Ini agar warisan ini tetap terjaga dan berkembang pada masa depan,” katanya.

Ade mengapresiasi para perajin batik di Lampung karena terus berinovasi dengan menggabungkan motif tradisional dan tren modern. Sehingga batik Lampung mampu bersaing, baik pasar lokal maupun global.

“Kita harus bangga dan promosikan lebih luas batik Lampung. Karena batik Lampung memiliki khas dengan motif menggambarkan simbol adat, seperti siger dan perahu,” ungkapnya.

Momentum Hari Batik Nasional ini, Ade mengajak masyarakat Lampung lebih menyintai dan mengenakan batik, baik kegiatan formal maupun sehari-hari.

“Batik ialah identitas dan jati diri bangsa. Mari kita jadikan batik bagian gaya hidup untuk melestarikan warisan leluhur,” ajaknya.

Ia berharap Pemerintah Daerah Lampung harus terus mendukung berlangsung para perajin batik lokal dengan program menguatkan UMKM, khususnya industri kreatif, seperti batik. (*)

Related posts

Leave a Comment