Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Lampung M. Firsada memukul gong untuk membuka Musda V KPPI Lampung di Hotel Akar, Bandarlampung
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Lampung M. Firsada memukul gong untuk membuka Musda V KPPI Lampung di Hotel Akar, Bandarlampung, Selasa 6 Oktober 2026. Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong penguatan kepemimpinan perempuan melalui peningkatan kapasitas, kaderisasi, serta perluasan kesempatan terlibat dalam ruang pengambilan keputusan dan pembangunan daerah.

Begitu kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Lampung M. Firsada dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Lampung di Hotel Akar, Bandarlampung, Selasa 6 Oktober 2026.

Membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Firsada mengapresiasi KPPI Lampung yang konsisten menjaga ruang perjuangan perempuan dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah.

Menurutnya, keterwakilan perempuan dalam politik tak semata berkaitan dengan pencapaian angka atau persentase, tapi memastikan perempuan memiliki kesempatan, kapasitas, dan keberanian untuk hadir dalam ruang pengambilan keputusan.

“Target keterwakilan perempuan dalam politik harus kita lihat sebagai pintu masuk untuk membangun kepemimpinan lebih inklusif. Kita ingin kian banyak perempuan Lampung duduk di lembaga legislatif, hadir dalam pemerintahan, memimpin organisasi, menjadi pengambil kebijakan, dan mengambil bagian menentukan arah pembangunan,” ujarnya.

Pendidikan dan Kaderisasi

Firsada menekankan upaya meningkatkan keterwakilan perempuan membutuhkan proses berkelanjutan, salah satunya melalui kaderisasi.

Ia berharap KPPI tak hanya menjadi ruang konsolidasi bagi perempuan yang telah aktif dalam politik, tapi juga wadah pendidikan dan kaderisasi bagi perempuan muda Lampung.

“Perempuan muda harus diberi kesempatan belajar politik sejak dini. Bukan politik dalam pengertian sempit, melainkan politik sebagai proses memahami persoalan masyarakat, memahami kebijakan publik, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, dan mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan agenda penguatan kepemimpinan perempuan.

Perkuat Literasi Digital dan Politik

Perempuan yang memiliki pendidikan dan keterampilan akan memiliki posisi lebih kuat untuk menentukan masa depan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan.

Selain itu, Firsada mendorong KPPI memperkuat literasi digital dan literasi politik, khususnya bagi perempuan muda.

“Jangan sampai perempuan hanya menjadi konsumen informasi di media sosial. Perempuan juga harus mampu menjadi pihak yang memahami, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasi untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap Musda V KPPI Lampung menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi perjalanan kepengurusan, menyusun program kerja konkret, serta membangun komitmen bersama meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan Lampung.

Jaga Soliditas Organisasi

Ketua DPD KPPI Lampung, Nenden Tresnanursari menyampaikan Musda V menjadi momentum berakhirnya masa kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus awal kepengurusan periode 2026–2031.

Nenden berharap proses pergantian kepemimpinan tetap menjaga kebersamaan, kekeluargaan, dan soliditas organisasi.

“Siapa pun yang nanti jadi pemimpin DPD KPPI 2026–2031, mari kita dukung bersama. Karena ini merupakan tanggung jawab dan kecintaan kita terhadap organisasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Musda V KPPI Lampung menjadi forum tertinggi organisasi setiap lima tahun.

Fokus KPPI

Sejumlah agenda dibahas, mulai dari evaluasi dan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, demisioner, perumusan program umum organisasi, penyusunan rekomendasi Musda V, hingga suksesi kepemimpinan periode mendatang.

Dia menegaskan, KPPI merupakan wadah perempuan politik lintas partai yang memiliki visi menjadi pelopor gerakan perempuan politik dalam memperjuangkan hak-hak politik perempuan serta mewujudkan masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera.

Adapun fokus KPPI mencakup edukasi politik, mendorong representasi dan keterwakilan perempuan, advokasi kebijakan publik, serta membangun sinergi, kolaborasi, dan jejaring.

Nenden berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan sekaligus memperkuat perjuangan KPPI dalam meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan politik dan pembangunan di Lampung. (*)

Related posts

Leave a Comment