
BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyosialisasikan Penyelenggaraan Penguatan Kesadaran dan Kesiapan Tanggap Insiden Siber di Lingkungan Pemkot Bandarlampung, Selasa 6 Oktober 2026.
Kegiatan di Ruang Rapat Inspektorat Pemkot Bandarlampung itu dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Wilson Faisol, didampingi Plh. Kepala Dinas Kominfo Rizky Agung Ariesantho.
Plh. Kadis Kominfo Rizky Agung Ariesantho menyampaikan, transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sekaligus meningkatkan risiko keamanan informasi.
Berdasarkan Rekapitulasi Insiden Siber Semester I 2026, Bandarlampung TTIS mencatat 13 laporan insiden dan kerentanan siber pada aset digital Pemkot Bandarlampung.
Insiden didominasi information disclosure dan data exposure sebesar 38 persen serta security misconfiguration 15 persen, disertai temuan lain, seperti vulnerable software, Sensitive Data Exposure, hingga SEO Spam berupa sisipan tautan judi online.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman perangkat daerah terhadap ancaman siber, memperkuat peran Bandarlampung-CSIRT atau TTIS sebagai pusat koordinasi pelaporan, verifikasi, penanganan, pemulihan, dan rekomendasi, serta menyosialisasikan SOP Penanganan Aduan Insiden Siber.
Selain itu, sosialisasi juga menjadi bagian upaya meningkatkan literasi digital dan budaya keamanan informasi di lingkungan Pemkot Bandarlampung.
Hadir narasumber Fathurahman Kurniawan Ihsan dari Relawan TIK yang menyampaikan materi Literasi Digital. (kmf)