Disiplinkan ASN, Pemkab Lamsel Terapkan Sidak Acak Usai Apel

Pemkab Lamsel menerapkan sidak acak usai apel mingguan, Senin 28 September 2026, sebagai langkah menjaga disiplin ASN
Pemkab Lamsel menerapkan sidak acak usai apel mingguan, Senin 28 September 2026, sebagai langkah menjaga disiplin ASN. Foto: Diskominfo Lamsel

KALIANDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menerapkan inspeksi mendadak (sidak) acak usai apel mingguan, Senin 28 September 2026, sebagai langkah menjaga disiplin aparatur sipil negara (ASN).

ASN tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, sanksi disiplin menanti sebagai bagian penegakan aturan sekaligus pembinaan.

Sidak dengan metode undian itu terhadap perangkat daerah yang menjadi sampel. ASN tidak hadir diverifikasi, termasuk ada tidaknya surat tugas atau keterangan resmi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Lamsel, M. Darmawan, mengatakan metode undian dipilih agar tidak menyasar perangkat daerah tertentu dan berlangsung acak.

“Jadi kita tidak mungkin memeriksa semua orang satu per satu di seluruh perangkat daerah. Karena itu kita ambil sampel melalui undian. Perangkat daerah terpilih itulah yang kita sidak dan kita hitung kehadirannya,” kata Darmawan.

Tim mencatat jumlah ASN yang seharusnya hadir dan membandingkannya dengan yang mengikuti apel. ASN tidak hadir didalami alasan ketidakhadirannya.

Jika tidak ada keterangan sah, ditindaklanjuti pembinaan berjenjang, mulai atasan langsung hingga Inspektorat dan unsur kepegawaian.

“Semua ada tindak lanjutnya. Yang tidak hadir dalam apel sebelumnya juga sudah kita tindaklanjuti. Ada hukumannya, sesuai dengan kriteria mereka yang tidak hadir,” tegasnya.

Sanksi menjadi bagian pembinaan disiplin. Pemerintah ingin membangun kepatuhan konsisten, bukan hanya hadir saat ada pemeriksaan.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lamsel, Edy Firnandi, mengatakan sidak acak sengaja agar ASN tidak dapat memperkirakan waktu pemeriksaan.

“Kalau nanti kita tentukan di minggu pertama atau kedua, semua orang akan siap-siap. Karena itu kita lakukan secara acak. Kapan saja kita lihat waktu yang tepat,” kata Edy.

Dengan pola itu, kehadiran apel diharapkan menjadi budaya kerja. Edy menyebut jumlah peserta apel Senin kini semakin ramai.

“Setiap apel Senin sekarang ramai terus. Kehadirannya signifikan. Makanya undiannya kita acak, jadi mereka harus hadir terus,” ujarnya.

ASN yang melanggar akan dipanggil dan dikenai sanksi sesuai aturan, mulai teguran lisan, tertulis, hingga sanksi berjenjang.

Melalui sidak acak dan tindak lanjut konsisten, Pemkab ingin menggeser disiplin dari sekadar takut sanksi menjadi kesadaran menjalankan kewajiban sebagai pelayan publik. (kmf)

Related posts

Leave a Comment