Dukung Swasembada Energi, Lampung Selatan Siapkan 13.000 Hektare untuk Bioetanol

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menghadiri pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioetanol bersama Mentan di Jakarta
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menghadiri pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioetanol bersama Mentan di Jakarta, Senin 21 September 2026. Foto: Diskominfo Lamsel

JAKARTA – Pemerintah memperluas langkah menuju swasembada energi setelah mencapai swasembada pangan.

Salah satu agenda yang didorong adalah pengembangan bioetanol berbasis komoditas pertanian. Kabupaten Lampung Selatan menyiapkan potensi lahan hingga 13.000 hektare untuk mendukung program nasional tersebut.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan komitmen itu dalam pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioetanol bersama Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin 21 September 2026.

Mentan menyampaikan capaian swasembada pangan menjadi pijakan pemerintah untuk melanjutkan agenda kemandirian energi nasional. Peningkatan produksi bioetanol menjadi langkah yang didorong mencapai sasaran tersebut.

Lampung Selatan memiliki potensi komoditas pertanian sebagai bahan baku bioetanol, terutama jagung dan ubi kayu.

Sebagai bagian dari rencana, Lampung Selatan didorong menyiapkan lahan baru seluas 13.000 hektare. Sebanyak 10.000 hektare untuk jagung yang tersebar di 17 kecamatan, dan 3.000 hektare untuk ubi kayu di empat kecamatan, yakni Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, dan Tanjung Sari.

Bagi Lampung Selatan, pengembangan tersebut tak hanya untuk bahan baku bioetanol, tapi juga membuka ruang peningkatan ekonomi pertanian.

Bupati Egi berharap program ini juga membuka ruang peningkatan nilai ekonomi pertanian sekaligus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama petani.

“Kami mendorong agar potensi ini meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional,” ujar Egi. (kmf)

Related posts

Leave a Comment