
BANDARLAMPUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung menargetkan 160 sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat berstatus Adiwiyata pada periode 2026-2030.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lampung, Wawan Sah, menyampaikan target itu saat menerima kunjungan SMA N 1 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang di Kantor DLH, Jumat Jumat 11 September 2026.
“Program Adiwiyata adalah upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah melalui gerakan peduli dan perilaku ramah lingkungan untuk mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan,” ujar Wawan mewakili Kepala DLH Lampung.
Ia menyebut Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal fokus menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu implementasinya lewat Sekolah Adiwiyata.
“Kami senang menerima kunjungan SMA N 1 Dente Teladas. Semoga upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata terpenuhi dari aspek kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, serta penghematan air dan energi,” katanya.
Hingga saat ini, 54 sekolah di Lampung telah registrasi Sekolah Adiwiyata. Ke depan, DLH Lampung akan menjadwalkan pembinaan dan supervisi ke sekolah pendaftar.
Dasar Hukum dan Mekanisme Penilaian Pelaksanaan Program Adiwiyata, yakni Permen Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata dan Kepmen LH/BPLH RI Nomor 1316 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Program Adiwiyata.
Wawan menegaskan seluruh proses pengusulan dan penilaian kini terintegrasi digital melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA).
“Dengan SIDIA prosesnya lebih transparan dan terukur,” pungkasnya. (Pemprov Lampung)