Status GAK Masih Siaga, KBM Tatap Muka Mulai Besok

Kepala BPBD Lampung Aswarodi rilis perkembangan aktivitas GAK Level III di Command Center BPBD Lampung
Kepala BPBD Lampung Aswarodi rilis perkembangan aktivitas GAK Level III di Command Center BPBD Lampung, Kamis 10 September 2026. Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung merilis perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) periode Kamis 10 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, berkata status GAK saat ini masih Level III (Siaga). Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama instansi terkait, tercatat satu kali erupsi pada pukul 09.10 WIB dengan durasi 17 detik. Status erupsi telah dinyatakan selesai.

“Aktivitas erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm. Cuaca cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Berdasarkan citra satelit Himawari-9 pukul 07.00 WIB dari terminal BMKG, sebaran debu vulkanik GAK tak terdeteksi,” jelas Aswarodi di Command Center BPBD Lampung.

Pemantauan kualitas udara juga menunjukkan kondisi di Bandarlampung dan sekitarnya aman. Kadar SO2 berangsur normal. Sementara debu vulkanik di Lampung Selatan yang sempat meningkat kini mulai membaik.

Siapkan Skenario Level IV

Untuk mitigasi jangka panjang, Pemprov Lampung telah mengumpulkan seluruh Kepala BPBD Kabupaten/Kota se-Lampung. Tujuannya menyiagakan skenario terburuk jika status naik ke Level IV (Awas).

Skema itu meliputi kesiapan jalur evakuasi, rambu evakuasi, tempat pengungsian, hingga pengaktifan Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System.

KBM Tatap Muka Besok

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan kegiatan belajar tatap muka kembali mulai Jumat 11 September 2026, setelah masa Pembelajaran Jarak Jauh berakhir hari ini.

“Mulai besok, kami kembali melakukan pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan masing-masing sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.

Sebelum mulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sekolah diinstruksikan menggelar doa bersama dan memastikan lingkungan serta ruang kelas bersih dari debu vulkanik. Pembersihan itu lewat koordinasi dengan petugas BPBD setempat.

Selama KBM, aktivitas siswa di luar kelas dibatasi dan protokol kesehatan akan diawasi ketat.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan meningkatkan kewaspadaan. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment