Gubernur Mirza: KDMP Alat Ungkit Kemakmuran Desa

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Seminar Nasional KDMP di Gedung Semergou Lantai 4 Kantor Wali Kota Bandarlampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Seminar Nasional KDMP di Gedung Semergou Lantai 4 Kantor Wali Kota Bandarlampung, Jumat 4 September 2024. Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen utama pemerataan ekonomi dan hilirisasi potensi lokal pedesaan.

Begitu kata Gubernur Mirza pada Seminar Nasional KDMP di Gedung Semergou Lantai 4 Kantor Wali Kota Bandarlampung, Jumat 4 September 2024.

Gubernur menyoroti ketimpangan struktur peredaran modal di pedesaan. Sebanyak 70 persen arus perputaran uang terserap ke wilayah perkotaan.

Padahal, 70 persen populasi Lampung berada di desa dengan potensi komoditas pangan besar secara nasional, seperti singkong, jagung, hingga padi.

“Dulu di desa koperasi pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit, bunganya besar. Padahal fungsinya jauh lebih dari itu. Koperasi adalah alat ungkit agar kemakmuran di Lampung hadir di desa-desa,” ujarnya.

Target 500 Desa Maju

Mirza memaparkan Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan program 500 Desa Maju. Program ini fokus hilirisasi komoditas dan ditargetkan rampung 2027 dengan operator terintegrasi di bawah KDMP.

Capaian pembentukan dan pengelolaan KDMP di Lampung juga mencatatkan performa gemilang.

“Provinsi Lampung nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa,” tegas Gubernur.

Mirza menginstruksikan langkah konkret jangka pendek dalam penanganan tata kelola gabah lokal. Guna menghentikan pasokan gabah Lampung yang lari ke Pulau Jawa dan memicu lonjakan harga beras, KDMP ditargetkan menyerap gabah petani secara langsung.

“Insya Allah minggu depan kami targetkan. Yang panen ada KDMP-nya, KDMP-nya akan menyerap gabah sehingga tak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai,” tegasnya.

Mirza juga mengingatkan pesan Presiden soal pentingnya kepemimpinan berorientasi statecraft atau seni mengelola kekayaan daerah. Ia meminta kepala desa memiliki kapasitas manajerial untuk mengubah sumber daya desa menjadi kesejahteraan nyata.

KDMP Wujud Asta Cita ke-6

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menegaskan pembentukan KDMP adalah pengejawantahan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan pemerataan ekonomi dari bawah.

“Ini adalah program idola Presiden Prabowo untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” ujar Yandri Susanto.

Yandri mengutip Bung Hatta, bahwa Indonesia akan makmur dengan lilin-lilin kecil di desa-desa.

“Insyaallah lilinnya itu Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” ucapnya.

Ia juga meluruskan disinformasi di media sosial terkait terkait keberadaan koperasi desa. Pemerintah tak pernah berniat mematikan usaha masyarakat kecil.

“Kalau ada isu Menteri Desa dan Menko Pangan menutup warung itu hoaks. Kita tak pernah bicara menutup warung. Justru kita ingin semua bangkit. Itu pesan Presiden Prabowo,” tegasnya.

“Kita ini bukan superman, tapi superteam, termasuk dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan,” kata Yandri.

Ia merinci pemerintah tengah memfinalisasi lebih dari 30.000 gerai dan gudang KDMP di seluruh Indonesia. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment