
NATAR — Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendorong pengembangan budidaya melon dan anggur milik BUMDes Merak Berseri, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, sebagai model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi.
Dorongan itu dari Bupati Egi meninjau langsung kebun di Dusun Tanjung Waras, Selasa 1 September 2026.
Di lokasi, Bupati berdialog dengan Ketua BUMDes Merak Berseri Riswan Delfi mengenai pengelolaan usaha, potensi pengembangan, hingga peluang pemberdayaan dari sektor pertanian berbasis desa.
Padukan Pertanian dan Wisata Edukasi
Egi menilai inovasi BUMDes Merak Berseri punya nilai lebih karena tak hanya fokus pada produksi, tapi juga memadukan konsep wisata edukasi yang melibatkan warga.
“Hari ini saya mengunjungi tokoh masyarakat dengan inovasi luar biasa di komoditas ketahanan pangan, khusus anggur dan melon. Yang lebih hebat lagi, ini dipadukan dengan konsep pariwisata,” ujar Egi.
Menurutnya, konsep ini berpeluang besar dikembangkan menjadi program pemberdayaan lebih luas. Pemerintah daerah ingin pengalaman pengelola kebun ditularkan ke masyarakat lain.
Target Jadi Program OVOP
“Bagaimana konsep ini bisa diduplikasi dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat di desa. Kita mulai dari RW, lalu ke dusun, desa hingga kecamatan. Ini bisa jadi program unggulan one village one product (OVOP),” katanya.
Guna mendukung langkah itu, Egi meminta pengelola membimbing warga yang ingin belajar. “Nanti saya minta dibantu masyarakatnya, diajarkan kepada yang lain. Kita buat model programnya, duduk bersama camat dan perangkat daerah terkait,” lanjutnya.
Pasar Ada di SPPG
Selain penguatan kapasitas, Egi melihat peluang menghubungkan hasil produksi dengan pasar. Salah satunya melalui kebutuhan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Lampung Selatan.
“Di sini sudah banyak SPPG. Kalau kebutuhan itu bisa dipenuhi masyarakat, hasil produksinya sudah punya pasar,” tuturnya.
Egi juga melihat potensi kawasan ini sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. “Kalau dikemas lebih bagus, ini bisa jadi tempat wisata. Ada aspek produksi, pemberdayaan, sekaligus pariwisata,” katanya.
Melalui BUMDes, Egi berharap potensi lokal tumbuh menjadi sumber ekonomi baru berkelanjutan, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, dan menaikkan kesejahteraan desa.
“Intinya saya ingin masyarakat desa produktif. Potensi yang ada jangan dibiarkan, tapi kita kembangkan jadi sesuatu yang menghasilkan,” pungkasnya. (kmf)