
LAMPUNG TIMUR – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) penting untuk membuka akses pendidikan lebih luas dan memberikan kesempatan setara bagi setiap anak meraih cita-cita.
Begitu kata Wagub Jihan saat meresmikan Gedung SRT Kabupaten Lampung Timur sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Islamic Center Lampung Timur, Kamis 13 Agustus 2026.
Jihan berkata, peresmian SRT menjadi momentum membuka pintu harapan agar anak-anak Lampung bisa tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.
“Hari ini kita tak hanya menyaksikan peluncuran Sekolah Rakyat, tapi juga sedang membuka pintu-pintu harapan anak-anak kita,” ujar Jihan.
Menurutnya, setiap anak punya kesempatan dan hak sama untuk bermimpi. Karena itu, cita-cita jangan dibatasi keadaan sosial maupun ekonomi keluarga.
Beri Ruang Anak
Dalam kesempatan itu, Jihan berinteraksi dengan peserta didik. Ada yang bercita-cita jadi dokter, anggota TNI, pilot, hingga memiliki usaha dan alat berat.
“Anak-anak kita punya mimpi tinggi. Ini menjadi tugas kita bersama untuk mengawal dan memastikan mimpi-mimpi tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Jihan mengaku bangga melihat perkembangan siswa SRT. Dia menyebut lingkungan pendidikan baik mampu membangun rasa percaya diri dan mengembangkan potensi.
Jihan menilai SRT hadir sebagai komitmen, bahwa kondisi ekonomi keluarga jangan menentukan sejauh mana anak bermimpi.
Dia berbagi pengalaman pribadi sebagai anak dari keluarga sederhana. “Orang tua harus memberikan ruang kepada anak untuk bermimpi. Kondisi ekonomi jangan menjadi batas bagi anak untuk menentukan masa depannya,” kata Jihan.
Awal Raih Cita-cita
Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat menghadirkan SRT dengan fasilitas memadai. Fasilitas itu harus dimanfaatkan optimal untuk pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Jihan berharap SRT Lampung Timur melahirkan generasi unggul akademik, berkarakter kuat, sehat jasmani-rohani, peduli sesama, dan menjunjung nilai budaya.
“Kami menitipkan anak-anak ini kepada tenaga pendidik agar dibentuk menjadi generasi sesuai nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” tuturnya.
Terkait MPLS, Jihan menyebut kegiatan itu bukan sekadar agenda awal tahun. Ini tahap penting agar siswa mengenal lingkungan, membangun persahabatan, beradaptasi, dan menyiapkan perjalanan panjang meraih cita-cita.
“Mari kita pastikan bersama tak ada satu pun anak tertinggal dan tak dapat mengakses pendidikan. Ketika setiap anak dapat kesempatan belajar, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Lampung menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Pemprov Lampung)