Gubernur Lampung Ajak Karang Taruna Jadi Motor Ekonomi Desa

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung Sulpakar membuka Temu Karya ke-VIII Karang Taruna Lampung di Balai Keratun
Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung Sulpakar membuka Temu Karya ke-VIII Karang Taruna Lampung di Balai Keratun, Sabtu 8 Agustus 2026. Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak seluruh kader Karang Taruna menjadi penggerak ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi di tingkat desa.

Dorongan itu dinilai krusial untuk mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Ajakan Gubernur Lampung itu melalui Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung Sulpakar dalam Temu Karya ke-VIII Karang Taruna Provinsi Lampung di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur, Sabtu 8 Agustus 2026.

Agenda utama Temu Karya adalah Pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung masa bakti 2026-2031.

Mitra Strategis Pemerintah

Sulpakar membacakan sambutan tertulis Gubernur mengapresiasi pengabdian Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah yang konsisten merawat semangat kesetiakawanan sosial dan gotong royong hingga akar rumput.

Gubernur menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam menyukseskan program prioritas provinsi, seperti Sekolah Unggulan, Kelas Migran Vokasi, Desaku Maju, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Manfaatkan teknologi sebagai sarana berinovasi. Kembangkan potensi unggulan Lampung mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif agar mampu menyiptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan Pemprov Lampung berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar inovasi kepemudaan terintegrasi dengan pembangunan daerah.

Jadi Aset, Bukan Beban

Plt. Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Muhammad Yuliardi melaporkan, Temu Karya ke-VIII dilaksanakan berdasarkan SK Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) tertanggal 20 April 2026.

Di hadapan ketua dan sekretaris Karang Taruna kabupaten/kota, Yuliardi berharap organisasi ini diposisikan sebagai aset penggerak, bukan beban daerah.

“Harapan kami bersama Gubernur, kami bisa terus dilibatkan mulai dari tahap perencanaan sampai evaluasi. Kami ingin maju, dan kemajuan kami pasti linear dengan kemajuan pemerintah,” ujar Yuliardi.

Ia juga mengapresiasi soliditas kader di kabupaten/kota yang mampu mengelola dinamika organisasi dengan baik.

Cetak Wirausaha Muda

Turut hadir Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan PNKT Ahmad Bahtiar Sebayang mewakili Ketua Umum G. Budisatrio Djiwandono.

Ia menekankan Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan berpelat merah memiliki tanggung jawab mengawal program strategis Presiden RI agar tepat sasaran.

Bahtiar menyoroti kebijakan ekonomi nasional yang fokus mendistribusikan anggaran langsung ke desa untuk mendorong kelas menengah baru dan mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Ia mengajak Karang Taruna Lampung agresif menyetak wirausaha muda. Rasio ideal pengusaha untuk negara maju 16-17 persen, sementara Indonesia baru 4 persen.

“Banyak sekali program negara dari hulu ke hilir yang bisa kita suplai dan pasarkan. Teman-teman harus bisa menangkap peluang ini,” pungkas Bahtiar. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment