2.185 Mahasiswa UIN RIL KKN di Bandarlampung, Fokus Pesisir dan Kemiskinan

Rektor UIN Raden Intan Prof Wan Jamaluddin beraudiensi dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Ruang Rapat Wali Kota
Rektor UIN Raden Intan Prof Wan Jamaluddin beraudiensi dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa 21 Juli 2026. Foto: Istimewa

BANDARLAMPUNG – Sebanyak 2.185 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) akan terjun ke Kota Bandarlampung melalui program KKN Transformatif 2026.

Program ini fokus menangani isu strategis daerah, mulai dari ketahanan pesisir, ekowisata perkotaan, ekonomi hijau, pemberdayaan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan.

Kepastian itu melalui Rektor UIN RIL Prof. Wan Jamaluddin saat audiensi dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa 21 Juli 2026.

Wan Jamaluddin menjelaskan, ribuan mahasiswa ini akan didampingi 116 dosen pembimbing lapangan dan ditempatkan di 8 kecamatan, 48 kelurahan, serta 116 lingkungan di Bandarlampung.

“Kami yakin fokus program KKN Transformatif 2026 ini bukan hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus, melainkan juga berdampak nyata bagi masyarakat Bandarlampung,” ujarnya.

Menurutnya, tema KKN tahun ini berbeda dari sebelumnya dengan pendekatan lebih aplikatif terhadap persoalan riil masyarakat, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi prioritas pembangunan Bandarlampung.

Program Studi HPI dan S3 PAI

Rektor juga menyampaikan perkembangan UIN Raden Intan yang baru memperoleh izin Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) di Fakultas Syariah dan Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pascasarjana.

Ia menyebut, kehadiran Program S3 PAI menjadi kabar penting bagi guru dan alumni di Lampung. Selama ini banyak yang harus melanjutkan studi doktoral ke luar daerah.

Benahi Kawasan Pesisir

Wali Kota Eva Dwiana menyambut baik keterlibatan mahasiswa UIN. Pemerintah Kota (Pemkot) saat ini tengah menata kawasan pesisir, termasuk perbaikan permukiman dan penataan Kawasan Gudang Lelang agar lebih tertata.

Eva Dwiana berharap mahasiswa KKN membantu program lingkungan melalui pendistribusian polybag, penanaman bibit alpukat di rumah warga, serta pembangunan biopori di kawasan pesisir untuk meningkatkan daya serap air dan mengurangi rob

“Setiap rumah akan diupayakan memiliki beberapa titik biopori agar penyerapan air lebih baik. Kalau kawasan pesisir aman, insyaallah dampaknya juga baik bagi masyarakat,” kata Eva.

Pemkot juga menyatakan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan mendorong ASN melanjutkan studi pascasarjana di UIN Raden Intan.

Selain itu, Pemkot juga memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMA dari keluarga kurang mampu melalui bantuan pendidikan daerah. (*)

Related posts

Leave a Comment