Pemprov Lampung Buka UKW ke-38 PWI, Dorong Pers Profesional

Kepala Dinas Kominfotik Lampung Ganjar Jationo saat membuka UKW Angkatan ke-38 PWI Lampung di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad
Kepala Dinas Kominfotik Lampung Ganjar Jationo saat membuka UKW Angkatan ke-38 PWI Lampung di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Kamis (9/7/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menilai pers yang kuat, profesional, dan berintegritas merupakan infrastruktur strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga kualitas demokrasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo saat membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-38 PWI Lampung di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Kamis (9/7/2026).

“Pers yang kuat akan melahirkan mekanisme check and balances yang sehat. Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang membungkam kritik, melainkan pemerintah yang mampu merespons kritik dengan solusi,” ujar Ganjar.

UKW Angkatan 38 digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung berlangsung 9–10 Juli 2026. Kegiatan dibuka resmi oleh Pemprov Lampung.

Ganjar mengatakan pers memiliki peran penting membangun kepercayaan publik, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menumbuhkan optimisme terhadap pembangunan. Kepercayaan publik disebutnya sebagai modal utama yang harus dijaga insan pers.

Ia menyebut perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi. Di tengah derasnya arus informasi dan algoritma media digital, kredibilitas menjadi pembeda antara media profesional dengan sumber informasi lain.

“Yang paling berkepentingan menjaga marwah profesi adalah wartawan itu sendiri. Pemerintah dan pemangku kepentingan hanya berperan sebagai pendukung ekosistem pers sehat,” katanya.

Ganjar juga mengingatkan disrupsi digital menuntut pers tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, kompetensi tidak cukup dibuktikan dengan sertifikat UKW. Kompetensi sejati tercermin dari konsistensi wartawan menjalankan profesi secara profesional, berintegritas, dan berpegang pada etika jurnalistik.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah berkata UKW penting untuk menjaga profesionalisme wartawan. Ia menegaskan profesi wartawan punya tanggung jawab besar kepada publik sehingga harus dijalankan berdasarkan kompetensi dan kode etik jurnalistik.

“Jurnalisme berkualitas tak hanya ditentukan kemampuan teknis menulis, tapi juga etika dan adab dalam menjalankan profesi,” ujarnya.

Wirahadikusumah mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung terhadap UKW di tengah efisiensi anggaran. Dukungan itu membuat UKW ke-38 dapat berlangsung tanpa membebani peserta.

Direktur Sekolah Jurnalistik Indonesia sekaligus Penguji Lembaga UKW PWI Pusat Marah Sakti Siregar menegaskan UKW bukan kegiatan seremonial. UKW bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran wartawan terhadap etika dan hukum pers.

“Wartawan bekerja untuk kepentingan publik. Karena itu peningkatan kompetensi penting agar kualitas informasi yang diterima publik tetap terjaga,” katanya.

Marah Sakti juga mengapresiasi konsistensi PWI Lampung dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang jurnalistik.

Melalui dukungan UKW, Pemprov Lampung berharap lahir lebih banyak wartawan profesional dan berintegritas. Kehadiran pers berkualitas diharapkan memperkuat tata kelola pemerintahan transparan dan mendorong pembangunan partisipatif. (kmf)

Related posts

Leave a Comment