Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat Lampung 2026

Wagub Lampung, Jihan Nurlela, kunjungi kediaman calon siswa Sekolah Rakyat Permanen Lampung di Telukbetung Utara
Wagub Lampung, Jihan Nurlela, mengunjungi kediaman calon siswa Sekolah Rakyat Permanen Lampung di Telukbetung Utara, Kamis (2/7/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, mengunjungi kediaman calon siswa Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Kamis (2/7/2026).

Kunjungan ini menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam memastikan kesiapan fisik, mental, dan administratif peserta didik beserta keluarganya menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

MPLS dan awal tahun ajaran baru ini mulai serentak pada 14 Juli 2026.

Keluarga pertama yang Wagub Jihan kunjungi adalah pasangan Sudarto dan Parsilah. Dua anak mereka, Dewi Nurhafizah (16) dan Edi Qurniawan (12), lolos seleksi Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Dewi akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA dengan cita-cita menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sementara Edi akan masuk SMP dengan target menjadi dokter.

Dalam dialog itu, Jihan menjelaskan kunjungan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyosialisasikan teknis MPLS dan adaptasi pola hidup berasrama.

“Hari ini saya mengunjungi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat Provinsi Lampung untuk sosialisasi MPLS yang mulai 14 Juli,” ujar Jihan.

Selain motivasi, Wagub juga meninjau langsung kondisi rumah keluarga calon siswa. Dia memastikan hasil observasi, pemerintah daerah akan menindaklanjuti melalui program kesejahteraan, khususnya hunian layak.

“Kami melihat langsung kondisi rumah calon siswa. Insya Allah akan kami integrasikan dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar keluarga mendapat bantuan stimulan pembangunan rumah,” tambahnya.

Di wilayah yang sama, Jihan juga mengunjungi Muhammad Arif Pratama (12), putra pasangan Romli dan Aminah Chandra. Arif diterima di SMP dan bercita-cita menjadi anggota Polri. Sehari-hari ia membantu orang tuanya berjualan pempek.

Wagub mengaku bangga dengan semangat dan cita-cita para calon siswa. Dia berpesan agar peluang pendidikan gratis dari negara dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai fondasi memutus rantai kemiskinan.

“Saya melihat anak-anak ini punya mimpi luar biasa. Ada yang ingin jadi tentara, dokter, hingga polisi. Tetap tekun, disiplin, dan jangan menyerah. Sekolah Rakyat hadir membuka kesempatan sama bagi setiap anak meraih cita-cita,” pungkasnya.

Berdasarkan data teknis operasional, Sekolah Rakyat Permanen di Kota Baru mulai MPLS pada 14 Juli 2026. Sehari sebelumnya, 13 Juli 2026, seluruh siswa wajib masuk asrama untuk pemeriksaan kesehatan, orientasi, dan doa bersama.

Sekolah berkonsep berasrama penuh ini menampung 413 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari 15 kabupaten/kota se-Lampung. Rinciannya: 270 siswa baru hasil seleksi, 71 siswa mutasi dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 Lampung Selatan, dan 72 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandarlampung. (kmf)

Related posts

Leave a Comment