
LAMPUNG SELATAN – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar meninjau Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (Itera), Jumat (19/6/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan DPRD untuk penguatan riset, konservasi, dan hilirisasi inovasi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Wakil Rektor Keuangan Itera Arif Rohman dan Kepala UPA Konservasi Flora Sumatra Alawiyah mendampingi Giri Akbar. Mereka meninjau langsung kawasan riset, edukasi, dan edukasi seluas 75,52 hektare itu.
Kebun Raya Itera mengusung tema konservasi tumbuhan pamah Sumatra. Sejak 8 Juni 2022, kebun raya ini resmi menjadi simbol pelestarian flora endemik dan ruang terbuka hijau untuk pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Kunjungi Spot Unggulan
Ketua DPRD meninjau Mushroom Corner (Taman Cendawan), Taman Nepenthes (Konservasi Kantong Semar), kawasan anggrek, dan embung berbentuk Pulau Sumatra.
Mushroom Corner sebagai sarana edukasi budidaya jamur untuk mendorong inovasi pangan dan hilirisasi riset untuk masyarakat dan industri.
Taman Nepenthes fokus konservasi kantong semar dan tumbuhan karnivora khas Indonesia bernilai ekologis dan konservasi tinggi. Selain itu ada koleksi gaharu, meranti, dan anggrek yang perkuat identitas flora Sumatra.
Kebun Raya Itera juga habitat burung, kupu-kupu, reptil. Dilengkapi jalur pejalan kaki, area rekreasi, ruang edukasi untuk mendekatkan masyarakat dengan alam dan literasi hijau.
Dorongan Hilirisasi
“Harapannya dunia pendidikan berkontribusi ke industri. Riset rumah jamur, anggrek, sampai kantong semar jangan berhenti di akademik, tapi kasih manfaat nyata ke masyarakat dan dukung kebutuhan industri,” kata Giri Akbar.
Menurutnya perguruan tinggi harus menghasilkan penelitian yang menjadi solusi pembangunan daerah, meningkatkan daya saing, dan menumbuhkan ekonomi berbasis pengetahuan.
Masuk Jaringan Internasional
Sejak Mei 2025, Kebun Raya Itera resmi bergabung Botanic Gardens Conservation International. Ini membuka akses data konservasi global, pelatihan, kerja sama, dan pendanaan internasional.
Lewat kunjungan ini, DPRD Lampung dorong kolaborasi Pemda, kampus, dan industri diperkuat. Tujuannya agar riset dan inovasi Itera bisa dihilirisasi optimal untuk pembangunan dan kesejahteraan warga Lampung. (hms)