
BANDARLAMPUNG- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berperan strategis mengembangkan potensi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan.
Begitu kata Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan bersama BPD Hipmi Provinsi Lampung di Bandarlampung, Sabtu (14/3/2026).
Gubernur Mirza menyampaikan, kondisi ekonomi Lampung memiliki prospek baik, sehingga momentum ini perlu para pengusaha muda manfaatkan untuk menyiptakan berbagai peluang baru.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama Hipmi ialah kemampuan para anggotanya untuk melihat potensi komoditas di daerah masing-masing dan mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah.
“Sebagai gubernur saya bisa melihat secara helicopter view. Tapi Hipmi ialah organisasi yang anggotanya tersebar di seluruh daerah, sehingga bisa melihat potensi komoditas di wilayahnya masing-masing dan menjadikannya peluang usaha,” ujarnya.
Potensi Komoditas
Mirza menjelaskan, di Provinsi Lampung masih terdapat potensi komoditas bernilai lebih dari Rp100 triliun yang belum diolah secara optimal melalui proses hilirisasi.
Ia menyontohkan komoditas pisang. Beli dari petani dengan harga sekitar Rp7.000 per kilogram dapat meningkat nilainya hingga berkali-kali lipat setelah menjadi produk turunan, seperti keripik pisang.
“Kalau sudah diolah, nilainya bisa jauh meningkat. Artinya ada nilai tambah besar dari proses hilirisasi ini,” jelasnya.
Mirza berpendapat hilirisasi komoditas menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga di atas delapan persen.
Upaya ini tak hanya butuh sediaan komoditas, tapi juga kreativitas dan inovasi dari para pelaku usaha.
Kreativitas dan Inovasi
Mirza menilai Lampung memiliki keunggulan geografis karena dekat dengan pasar besar di Pulau Jawa yang menyumbang lebih dari 60 persen konsumsi nasional.
Namun demikian, ia menyoroti masih banyak komoditas Lampung justru diolah di daerah lain sebelum kembali dipasarkan di Lampung, seperti kopi dan cokelat.
“Yang membedakan bukan teknologinya, karena teknologinya sering kali sederhana. Yang paling penting ialah kreativitas dan inovasi para pengusaha,” katanya.
Ketua BPD Hipmi Lampung, Gilang Ramadhan menegaskan, Hipmi terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, berbagai peluang usaha yang ada, saat ini tengah Hipmi rumuskan untuk para anggotanya mengembangkannya. (adpim)