Mirza-Jihan Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. (Diskominfotik Lampung)

BANDARLAMPUNG- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, memaparkan berbagai langkah strategis untuk menjawab tantangan pembangunan di Bumi Ruwa Jurai.

Hal itu Gubernur Mirza sampaikan saat peluncuran koran Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung, peluncuran buku 1 Tahun Mirza – Jihan, dan Diskusi Publik Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di Taman Outdoor Gedung Pusiban, Senin (2/3/2026).

​Mirza mengungkapkan, awal masa jabatan, ia berhadapan pada tantangan fiskal cukup berat. Namun, melalui percepatan dan pemetaan anggaran ketat sejak sebelum pelantikan, Pemprov Lampung berhasil menyehatkan APBD.

​”Dengan segala upaya, utang 600 miliar lunas ke pihak ketiga, utang 1,2 triliun (kepada kabupaten) kita atur skemanya, dan efisiensi 200 miliar kita laksanakan. Itu pun masih bisa kita dapat menambah jalan sebanyak 400 miliar,” ujarnya.

Mirza juga menekankan fokus utama pada sektor konektivitas melalui perbaikan infrastruktur jalan. Ia berkomitmen mengubah persepsi masyarakat terhadap kualitas infrastruktur di Lampung.

​”Saya ingin masyarakat bangga dengan jalan-jalan di Provinsi Lampung. Kita akan bersama-sama membuat kedepan, pemerintah harus punya tujuan membuat masyarakat Lampung bangga dengan jalan-jalannya,” tegasnya.

Kepuasan Masyarakat

​Selain infrastruktur fisik, transformasi pelayanan publik berbasis digital juga menjadi prioritas.

Mirza telah menginstruksikan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan kepuasan masyarakat sebagai indikator kinerja utama.

“KPI-nya salah satunya adalah Customer Satisfaction atau kepuasan pelanggan. Kita akan layani sampai seluruh masyarakat Lampung puas dengan layanan-layanan yang diberikan,” katanya.

Ia mengapresiasi peluncuran Koran IJP Lampung dan peran insan pers dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, pers memiliki kedudukan vital sebagai mitra strategis dan kontrol sosial bagi pemerintah.

​”Pers bagi saya bukan hanya penyampai kabar, melainkan juga penjaga arah.

Pers bukan hanya pengamat, melainkan juga mitra dalam perjalanan pembangunan. Kami percaya kritik dengan niat baik ialah bentuk peduli,” pungkasnya.

IJP Independen

Ketua IJP Lampung, ​Abung Mamasa menekankan, publik, terutama mayoritas pemilih memberikan amanah Gubernur Mirza dan Wagub Jihan berhak mendapatkan informasi jelas mengenai kinerja organisasi perangkat daerah.

Ia menilai setahun pertama ini sebagai fase krusial membangun pondasi pembangunan berkelanjutan.

​”Gubernur ini baru meletakkan pondasi, tapi saya lihat ini sudah terlihat arahnya. Memang belum maksimal, tapi paling tidak kami melihat ada upaya Pemprov Lampung memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan,” ujarnya.

​Abung juga menepis anggapan, IJP Lampung hanya berfungsi sebagai saluran humas pemerintah.

Ia menegaskan, independensi tetap menjadi prinsip utama menjalankan tugas jurnalistik.

​”Kami tetap membangun sinergi tapi tak melemahkan daya kritis kami terhadap yang harus kami kritisi. Tapi itu proporsional dan profesional,” tegasnya.

“Saya ingatkan pada anak-anak IJP, silakan mengkritik tapi kita tak nyinyir,” tegas ia lagi. (kmf)

Related posts

Leave a Comment