
SIDOMULYO- Kecamatan Sidomulyo mengusulkan dalam menguatkan sektor perdagangan dan jasa, serta pertanian sebagai penggerak utama perputaran ekonomi wilayah.
Usulan Sidomulyo itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 tingkat kecamatan di Aula Desa Sidowaluyo, Jumat (6/2/2026).
Camat Sidomulyo, Fran Sinatra Adung, memaparkan sejumlah potensi unggulan wilayah menjadi dasar menyusun prioritas pembangunan.
Potensi unggulan Sidomulyo ini, mulai sektor pertanian dan perkebunan seperti sawit dan jagung, hingga ekonomi kreatif berupa kerajinan tapis, gula merah, genteng, dan bata.
Ia juga menyampaikan capaian pembangunan yang telah masyarakat rasakan.
Arah pembangunan ke depan, Sidomulyo menempatkan sektor perdagangan dan jasa sebagai motor ekonomi baru yang terintegrasi dengan pertanian sebagai fondasi utama.
Strategi itu mampu memperkuat rantai nilai ekonomi lokal dan meningkatkan sejahtera masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan pentingnya pembangunan berbasis kolaborasi dan inovasi ekonomi lokal.
Ia menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Selatan tahun 2025 meningkat 73,10 dari sebelumnya 72,15 pada tahun 2024.
Syaiful meminta seluruh kepala desa di Sidomulyo lebih memperhatikan anak-anak putus sekolah.
“Jangan sampai masih ada anak tak mengenyam pendidikan. Jika menemukan, segera laporkan dan tindaklanjuti bersama dinas terkait,” tegasnya.
Menurut Syaiful, Sidomulyo berposisi strategis sebagai wilayah transisi dengan pertumbuhan desa pesat dan dinamika ekonomi terus berkembang.
Ia menilai pertanian tetap menjadi fondasi utama, namun harus dengan dukungan kebijakan terintegrasi, inovasi pengolahan hasil, dan pengembangan UMKM berbasis komoditas lokal.
Ia mengingatkan, perlu mengatasi sejumlah tantangan, antara lain minat generasi muda pada pertanian rendah, tinggi jumlah petani gurem dan buruh tani, dan terbatas skala usaha ekonomi perdesaan.
Karena itu, tegas ia, arah pembangunan harus mendorong aktivitas ekonomi turunan dari sektor pertanian agar nilai tambah ekonomi meningkat. (kmf)