Pemprov Lampung Siapkan Stok dan Kendalikan Harga Jelang Ramadan

Rakor pengendalian inflasi daerah secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (12/1/2026). (Istimewa)

BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya mengendalikan inflasi daerah. Tahun 2025 tingkat inflasi Provinsi Lampung tercatat stabil.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengatakan hal itu usai mengikuti rakor pengendalian inflasi daerah secara daring dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (12/1/2026).

​Bani menjelaskan, stabilitas harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan bergejolak (volatile food) yang sebelumnya sempat menyumbang inflasi.

“Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, hingga telur ayam terpantau menurun harga atau stabil,” ungkapnya.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan perhatian khusus komoditas minyak goreng karena harganya masih terpantau cukup tinggi.
​
​Menindaklanjuti arahan Sekjen Kemendagri dalam rakor ini, Pemprov Lampung kini mengalihkan fokus menyiapkan menjelang Ramadan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

​”Sesuai arahan Kemendagri, mulai minggu ini kita harus menyiapkan stok dan mengendalikan harga,” katanya.

Ia menegaskan, langkah antisipasi harus sejak dini agar tak terjadi gejolak harga signifikan menjelang Ramadan hingga Idulfitri, sebagaimana tren tiga tahun terakhir.

​Sebagai langkah konkret, pemprov melalui OPD terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, telah memperkuat koordinasi dengan para off-taker dan distributor besar di Lampung, termasuk Bulog dan ID Food.

Pemprov setempat juga berkoordinasi dengan PPN Pinsar untuk memastikan pasokan telur dan daging ayam aman.

​Terkait potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, Bani menegaskan, pihaknya telah menyiapkan skema mobilisasi stok.

​”Jika terjadi kendala panen akibat hujan, misalnya komoditas cabai, kita akan memobilisasi pasokan dari kabupaten lain di Lampung yang tak terdampak hujan,” katanya.

“Jika sangat perlu, kita juga siap melakukan Kerja Sama Antardaerah untuk mendatangkan pasokan dari Jawa Tengah atau Jawa Barat,” kata ia lagi. (*)

Related posts

Leave a Comment