Pancasila Pedoman Relevan Jawab Tantangan Zaman

Anggota DPRD Bandarlampung, Agusman Arief, menyosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pengajaran, Jumat (10/10/2025). (Istimewa)

BANDARLAMPUNG- Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Agusman Arief, menyosialisasikan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, Jumat (10/10/2025).

Agusman Arief memaparkan perkembangan digitalisasi dalam perspektif Pancasila.

Menurutnya, perkembangan digitalisasi era globalisasi saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

“Teknologi digital, khususnya internet dan media sosial, telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, dan menjalankan pemerintahan,” ungkapnya.

Maju teknologi ini, kata ia, tak hanya berdampak aspek teknis atau ekonomi. Tapi juga menimbulkan tantangan dan peluang mewujudkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan panduan moral bangsa Indonesia.

Dalam era digital, menurutnya, penyebaran informasi keagamaan menjadi kian mudah dan cepat.

Satu sisi, lanjut ia, informasi keagamaan ini memberikan peluang masyarakat mendalami paham agama. Sisi lain, penyebaran paham radikal dan hoaks berkedok agama juga kian marak.

“Harus mengarahkan digitalisasi untuk memperkuat nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan cara mendorong konten-konten digital edukatif, moderat, dan toleran,” katanya.

Menurut Agusman, digitalisasi harus mendukung perlakuan adil dan manusiawi antarsesama.

“Sering kita temui kasus perundungan siber, penyebaran ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi. Ini menunjukkan, perkembangan teknologi belum penuh bersamaan dengan sadar akan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Maka, kata ia, penting menanamkan literasi digital dan etika bermedia sosial agar semangat kemanusiaan tetap terjaga.

Ketua Komisi II DPRD Bandarlampung ini juga mengungkapkan, digitalisasi ialah keniscayaan dalam era modern. Namun nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi kompas moral dan etika menghadapinya.

Agusman menegaskan, Pancasila bukan hanya warisan sejarah, melainkan pedoman relevan untuk menjawab tantangan zaman.

“Membumikan nilai-nilai Pancasila dalam dunia digital, Indonesia dapat tumbuh sebagai bangsa maju secara teknologi dan berakar kuat pada jati dirinya,” katanya. (khi)

Related posts

Leave a Comment