Mingrum Pinta Wali Kota/Bupati Percepat Izin Penggunaan Rumah Ibadah

Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay. (Foto Istimewa)

BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay, menanggapi aspirasi yang disampaikan melalui media sosial akun instagram milik pribadinya mengenai masih terjadi tindakan intolernasi di Provinsi Lampung, Rabu (20/9/2023)

Mingrum Gumay meminta seluruh wali kota dan bupati di Provinsi Lampung segera mempercepat izin penggunaan rumah ibadah.

“Saya minta segera ini percepat proses izinnya, agar tak ada lagi tindakan tindakan inkonstitusional terhadap kegiatan peribadahan umat beragama. Sekali lagi, saya minta segera,” ujarnya

Senior Politisi PDIP Lampung juga mendorong Aparat Penegak Hukum berkomunikasi intensif dengan para tokoh agama, masyarakat dan sejumlah pihak untuk menyosialisasi menyeluruh mengenai keberagaman dan toleransi antarumat beragama.

“Kita tak ingin lagi timbul persoalan mengenai intoleransi. Lembaga DPRD Lampung telah melakukan sejumlah upaya melalui program Pembinaan Ideologi Pancasila sebulan sekali di tempat daerah pemilihan masing-masing,” ungkapnya.

DPRD Lampung, kata ia, melakukan penguatan melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila di masyarakat.

Mingrum telah melakukan langkah atau bukti nyata, bahwasanya tak melakukan perbedaan terhadap beragama yang ada.

Justru ia mengakui, saat dirinya dilantik sebagai Ketua DPRD Lampung telah merealisasikan aspirasi merenovasi pura umat Hindu di Kabupaten Lampung Tengah.

“Sering saya sampaikan, perbedaan ini sebagai rahmat Tuhan kepada bangsa ini. Saya seorang muslim dan saya telah lakukan tak serta merta harus mengedepankan kepentingan pribadi. Tapi nyatanya, saya bangun itu rumah ibadah agama lain,” katanya.

Ia juga meminta tak boleh ada lagi permasalahan terjadi di tengah masyarakat mengenai intoleran.

Mingrum berharap saat ini tak boleh membenturkan kepentingan atau mengatas namakan agama untuk memuluskan kepentingan pribadi.

Ia menegaskan, negara ini sudah cukup matang menghadapi problematika di tengah masyarakat. Jangan berharap masyarakat itu terpengaruh dengan misi bernafaskan rasis.

“Kita harus menjaga kondusifitas dan stabilitas di Lampung secara bersama. Karena ini tempat kita tinggal hingga akhir hayat,” ujarnya.

Sebelumnya, melalui akun instagram @permadiaktivis2 ia menyampaikan, bahwa pagi ini mahasiswa kristen GMKI bersama jemaat GKKD Lampung berunjuk rasa di depan kantor wali kota.

Mereka meminta agar pemkot tak mempersulit izin rumah ibadah kristiani dan atensi pada intolerinasi penolakan dan pembubaran ibadah marak akhir-akhir ini. (*)

Related posts

Leave a Comment