
BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima audiensi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI di Mahan Agung, Jumat 18 September 2026.
Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa menyampaikan sejumlah agenda strategis yang perlu diperkuat melalui kolaborasi antara KPPU dan pemerintah daerah.
Salah satunya sosialisasi sistem analisis daftar periksa kebijakan persaingan usaha yang akan melibatkan pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota.
“Jadi sebenarnya kita mau memberikan masukan ketika pemerintah daerah membuat peraturan, supaya dari awal tak menyalahi prinsip persaingan usaha. KPPU sudah menyiapkan daftar periksa dengan 13 poin,” ujarnya.
Fanshurullah menjelaskan, daftar periksa tersebut akan menjadi instrumen agar kebijakan daerah tetap memperhatikan prinsip persaingan usaha sehat.
IPU Lampung Naik
Ia juga memaparkan Indeks Persaingan Usaha (IPU) Lampung tahun 2025 mencapai 5,04, naik dari 4,98 pada 2024 dan di atas rata-rata nasional 5,01.
“Kalau IPU-nya tinggi, itu bisa menjadi daya tarik. Mau foreign direct investment atau investasi dari mana pun, silakan ke Lampung karena IPU-nya bagus,” katanya.
Menurutnya, Lampung memiliki peluang besar menarik investasi, khususnya pertanian, perkebunan, dan peternakan melalui pengembangan industri hilir.
Menanggapi itu, Gubernur Mirza menegaskan KPPU merupakan instrumen strategis dalam membangun ekosistem usaha sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
“KPPU adalah instrumen pemerintah sangat strategis, terutama membantu kami melihat ekosistem dunia usaha dan persaingan usaha. Semuanya demi pertumbuhan ekonomi yang baik, stabil, dan sustain,” ujar Mirza.
Pertanian Kekuatan Utama
Ia menjelaskan, kekuatan utama ekonomi Lampung ada di sektor pertanian. Karena itu, arah pembangunan akan diarahkan pada hilirisasi komoditas.
“Karena Lampung ini daerah sektor pertanian, arah utamanya adalah menghilirisasi pertanian-pertanian yang ada,” jelasnya.
Ia menilai, peningkatan daya saing menjadi kunci menarik investasi ke hilirisasi. Pemprov terus berupaya menciptakan iklim kompetitif dan memberi kepastian usaha.
“Nomor satu adalah bagaimana menjadikan Lampung ini provinsi yang kompetitif dalam melakukan investasi untuk hilirisasi,” tegasnya.
Serap Hasil Petani
Menurut Gubernur, hilirisasi tak hanya meningkatkan nilai tambah, tapi juga membangun keterkaitan hulu dan hilir agar menyerap hasil petani serta memberi manfaat luas.
Posisi geografis Lampung yang strategis dan memiliki konektivitas dengan wilayah lain menjadi modal penting dalam membangun kawasan industri dan rantai pasok berbasis komoditas.
“Industri-industri ke depan kita undang untuk menghilirisasi komoditas yang ada. Jadi supply chain-nya bisa mengambil aglomerasi lima provinsi,” katanya.
Audiensi ini momentum memperkuat sinergi Pemprov Lampung dan KPPU menyiptakan persaingan usaha sehat, mendorong investasi, dan mempercepat hilirisasi sektor unggulan. (Pemprov Lampung)