Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Angkat Karya Anshori Djausal

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menghadiri pameran Kayu Ara di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, TMII, Jakarta
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menghadiri pameran Kayu Ara di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, TMII, Jakarta, Sabtu 12 September 2026. Foto: Pemprov Lampung

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung penuh pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dalam Karya dan Pemikiran Anshori Djausal di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut pameran ini bukan sekadar menampilkan karya seorang tokoh. Kayu Ara menjadi ruang untuk merawat pengetahuan dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung kepada generasi berikutnya.

“Perjalanan itu tak berhenti pada karya dihasilkan, tapi terus melahirkan gagasan dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan saat pembukaan, Sabtu 12 September 2026.

Tampilkan Tiga Tema

Pameran Kayu Ara berlangsung 12 September – 12 Oktober 2026. Pameran yang dikuratori Angga Wijaya ini mengangkat tiga tema, yaitu arsitektur dan masyarakat, teknologi dan lingkungan, serta budaya Lampung.

Ketiga tema itu melalui foto, arsip, kliping koran, buku, gambar teknik, masterplan, hingga video dokumentasi perjalanan Anshori Djausal sebagai insinyur, arsitek, akademisi, dan budayawan. Semua materi diolah menjadi pengalaman visual dan percakapan antargenerasi.

Gubernur mengapresiasi Angga Wijaya, Hafiz Maha, Hartinis Permatasari, Arif Rahman dan seluruh tim kreatif yang sebagian besar merupakan anak muda asal Lampung yang kini berkarya di Jakarta. Mereka tak hanya memberi penghormatan, tapi juga membaca ulang perjalanan intelektual Anshori dengan perspektif baru.

Arsip, dokumentasi, cetak biru, publikasi, catatan penelitian, dan karya Anshori diterjemahkan menjadi instalasi seni kontemporer. Dengan begitu arsip tak lagi menjadi benda masa lalu, tapi dihidupkan untuk generasi sekarang.

Dari Teknik Ferosemen hingga Tugu Siger

Jejak Anshori mulai sejak 1970-an. Ia dikenal menerapkan teknologi tepat guna seperti teknik ferosemen dengan mempertimbangkan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Teknologi harus menjawab kebutuhan manusia sesuai tempatnya, sekaligus memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” kata Gubernur mengutip pemikiran Anshori.

Di Universitas Lampung, Anshori mendorong digitalisasi dan peningkatan kualitas dosen. Ia juga memikirkan infrastruktur, budaya, ekonomi, hingga pemberdayaan kampung tua. Gagasan itu membuatnya menjadi tenaga ahli sejak era Gubernur Yasir Hadibroto hingga Rahmat Mirzani Djausal.

Salah satu karyanya adalah Tugu Siger di depan Pelabuhan Bakauheni. Pemikirannya juga hadir dalam ornamen dan ragam hias Lampung di perkantoran, hotel, dan fasilitas publik.

Simbol Pengetahuan Diwariskan

Gubernur menyebut Kayu Ara sebagai simbol pengetahuan yang tumbuh dan diwariskan. Seperti pohon, pengetahuan berakar dari masa lalu, tumbuh di masa kini, dan berbuah untuk generasi mendatang.

“Yang penting bukan seberapa tinggi seseorang tumbuh, tapi seberapa kuat akar pengetahuan yang ditanam dan seberapa luas manfaatnya bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Plt Direktur Operasional TMII, Jaya Chandranegara mengatakan Contemporary Art Gallery adalah ruang untuk mempertemukan gagasanmembuka percakapan dan menghadirkan perspektif baru bagi pengunjung.

“Kekuatan pameran Kayu Ara terletak pada cara pemikiran Anshori Djausal mempertemukan arsitektur, teknologi, lingkungan dan budaya Lampung dalam satu ruang,” katanya.

Sejak diresmikan 28 Oktober 2023, galeri ini sudah menggelar 14 pameran. Kayu Ara bersama Rimpang Digital menjadi pameran ke-15.

Pemprov Lampung berharap Kayu Ara menjadi inspirasi lahirnya karya baru. Dengan membawa 4 dekade pemikiran Anshori ke ruang nasional, pameran ini membuktikan kemajuan teknologi dan arsitektur bisa sejalan dengan pelestarian budaya. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment