
PESAWARAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir menghadapi potensi bencana akibat erupsi Anak Gunung Krakatau (GAK).
Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela memantau langsung kesiapan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Pesawaran, Selasa 8 September 2026. Monitor itu berpusat di Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan.
Dalam kunjungan itu, Pemprov Lampung menyerahkan bantuan untuk Destana di Desa Cilimus dan Desa Sukajaya Lempasing. Bantuan terdiri dari 500 masker 3 ply, 500 masker KN95, 1.000 masker kain, 200 pakaian hazmat, dan 1 konsentrator oksigen.
Bantuan itu diharapkan mendukung kesiapan fasilitas dan masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat aktivitas vulkanik GAK.
Cek Skenario Penanganan
Wagub Jihan mengatakan pembentukan Destana sebelumnya sudah disertai pelatihan dan pembekalan. Erupsi GAK jadi momentum untuk menguji kesiapan di lapangan.
“Dalam situasi seperti ini saya ingin mengecek kesiapan. Ada pelatihan dan pembekalan yang diharapkan jadi bekal ketika merespons kebencanaan,” ujar Jihan.
Ia meminta pengurus Destana menjelaskan skenario penanganan jika terjadi erupsi besar, gempa, hingga potensi tsunami.
Desa Cilimus menyiapkan lokasi evakuasi di wilayah lebih tinggi, lengkap dengan tenda dan dapur umum. Desa ini mengandalkan sirene sebagai sistem peringatan dini.
Desa Sukajaya Lempasing menyiapkan 8 titik evakuasi. Karena wilayahnya lebih rendah, desa ini memakai sistem penyebaran informasi berjenjang mulai dari perangkat desa, kepala dusun, RT, hingga masyarakat. Peringatan juga lewat masjid dan musala dengan interkom.
Imbau Keluarga Miliki TSB
Jihan menekankan titik evakuasi harus sudah diketahui masyarakat sebelum bencana. Saat peringatan keluar, warga bisa langsung bergerak membawa perlengkapan, salah satunya Tas Siaga Bencana (TSB).
“Prinsipnya satu orang satu TSB dan ditaruh di tempat yang terjangkau, jangan ditaruh di gudang,” tegasnya.
TSB berisi air minum, pakaian, obat-obatan, makanan ringan, surat berharga, uang, senter, dan radio komunikasi.
Wagub juga mengingatkan warga tetap tenang dan waspada. Gunakan masker dan kacamata saat di luar, serta tutup makanan dan minuman agar tidak terkena abu.
“Partikel dari abu vulkanik itu bukan seperti debu biasa,” katanya.
Pemerintah juga menerima laporan adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di sejumlah wilayah terdampak.
Pemkab Bagikan 80.000 Masker
Kepala BPBD Pesawaran, Sopyan Agani mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) sejak Sabtu sore. Dinkes membuka posko dan membagikan masker kepada masyarakat.
Hingga kini pembagian masker sudah di 11 kecamatan dengan total sekitar 80.000 masker. BPBD fokus mendistribusikan ke 4 kecamatan di pesisir.
Pemkab Pesawaran juga memanfaatkan grup komunikasi Destana untuk menyebarkan informasi kebencanaan secara berkala setiap 6 jam.
Ia meminta kepala desa dan camat, khususnya di pesisir, kembali aktif dalam grup komunikasi agar tak kehilangan informasi penting terkait perkembangan situasi.
“Pembentukan Desa Tangguh sudah kita lakukan di seluruh desa secara legal. Ke depan untuk penguatan kapasitas melalui pelatihan akan kita laksanakan,” pungkas Sofyan. (Pemprov Lampung)