Pemprov Lampung Dorong Peran PTS Jawab Kebutuhan Daerah

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan membuka Rakernas I APTISI 2026 di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan membuka Rakernas I APTISI 2026 di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, Minggu 23 Agustus 2026. Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026 di Ballroom Hotel Grand Mercure Lampung, Minggu 23 Agustus 2026.

Marindo membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berkata, Pemprov Lampung mengapresiasi kehadiran keluarga besar APTISI di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Ia menilai kehadiran perguruan tinggi swasta (PTS) penting bukan hanya memperluas akses pendidikan tinggi, melainkan juga memperkuat ekosistem pembangunan manusia di daerah.

“Perguruan tinggi tak hanya tempat menyetak lulusan, tapi juga menyiapkan manusia yang mampu menjawab persoalan masyarakat, beradaptasi terhadap perubahan, dan menyiptakan peluang baru. Karena itu kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi harus kita bangun kian kuat dan nyata,” pesan Gubernur.

Kompetensi dan Karakter Lulusan

Gubernur menegaskan tantangan pendidikan saat ini tak cukup dengan memperbanyak jumlah lulusan. Yang lebih penting adalah memastikan lulusan memiliki kompetensi, karakter, kemampuan adaptasi, dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menempatkan pembangunan SDM sebagai fondasi mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

“Daerah maju bukan hanya dibangun dengan infrastruktur yang baik. Daerah maju perlu dibangun oleh manusia-manusia unggul, berkarakter, produktif, dan memiliki peduli terhadap lingkungannya,” tegasnya.

Pemprov terus memperkuat program pendidikan mulai dari perluasan akses, menekan angka putus sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Kelas Migran Vokasi untuk membekali generasi muda keterampilan dan bahasa sebagai bekal kerja, termasuk ke luar negeri.

“Kita ingin kian banyak anak Lampung memperoleh kesempatan belajar ke jenjang lebih tinggi, mendapatkan pekerjaan layak, dan meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” lanjutnya.

Upaya ini mulai menunjukkan hasil. Indeks Pembangunan Manusia Lampung tahun 2025 mencapai 73,98. Namun capaian itu bukan tujuan akhir. Pemprov ingin peningkatan SDM benar-benar dirasakan melalui akses pendidikan, kesempatan kerja, produktivitas, dan kesejahteraan keluarga.

APTISI Mitra Strategis Pemerintah

Dalam konteks ini, APTISI dinilai memiliki posisi strategis. PTS memiliki jangkauan luas dan dekat dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi bagian penyelesaian persoalan pembangunan daerah.

“Kami tak hanya butuh lulusan. Kami butuh riset yang menjawab persoalan pembangunan, inovasi yang dapat diterapkan, dan talenta muda siap menjadi motor perubahan. Untuk itu perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Gubernur berharap Rakernas I APTISI 2026 tak berhenti pada penyusunan program kerja, tapi menjadi ruang pertemuan gagasan dan melahirkan kolaborasi konkret antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Rakernas ini harus melahirkan gagasan konkret, kolaborasi nyata, dan terobosan yang manfaatnya dirasakan mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.

Pemprov Lampung juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi di bidang riset, inovasi, pengembangan SDM, dan penyusunan kebijakan pembangunan berbasis pengetahuan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung dipercaya menjadi Dewan Pembina APTISI Lampung. Sementara Firmansyah Alfian dilantik sebagai Ketua APTISI Provinsi Lampung periode 2026-2031. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment