Inflasi Terkendali, Pemprov Perkuat Pengamanan Pangan

Inflasi provinsi se-Indonesia Juli 2026. Lampung catat inflasi terendah di Sumatra, baik secara bulanan sebesar -0,49 persen maupun tahunan 1,76 persen. Foto: Pemprov Lampung
Inflasi provinsi se-Indonesia Juli 2026. Lampung catat inflasi terendah di Sumatra, baik secara bulanan sebesar -0,49 persen maupun tahunan 1,76 persen. Foto: Pemprov Lampung

BANDARLAMPUNG – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga kembali membuahkan hasil, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2026, Lampung mencatat inflasi terendah di Pulau Sumatra, baik secara bulanan (month to month) sebesar -0,49 persen maupun secara tahunan (year on year) 1,76%.

Capaian ini menjadi indikator strategi pengendalian inflasi Pemprov Lampung mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Dua Daerah Penopang

Kinerja daerah turut menopang capaian provinsi. Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) mencatat inflasi terendah se-Sumatra dengan bulanan -1,06 persen dan tahunan 1,45 persen. Kota Bandarlampung: inflasi tahunan terendah kedua di Sumatra, yakni 1,74 persen.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara daring, Selasa 4 Agustus 2026, juga disampaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung minggu kelima Juli 2026 turun -1,64 persen.

Penurunan IPH dipengaruhi melandainya harga komoditas strategis, terutama cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.

Salurkan SPHP dan Minyakita

Untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemprov Lampung terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat.

Hingga 4 Agustus 2026, realisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Lampung mencapai 12.175.975 kg atau 67,93 persen dari target. Distribusi Minyakita sudah 6.710.880 liter.

Langkah ini untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan mengendalikan gejolak harga di tingkat konsumen.

Waspada El Nino dan Defisit Hortikultura

Meski inflasi terkendali, Pemprov Lampung tetap meningkatkan waspada terhadap potensi gangguan pasokan akibat El Nino. Perkiraan wilayah rawan terjadi di Mesuji, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang.

Lampung juga masih menghadapi defisit produksi hortikultura, yakni bawang merah sebesar 2.780 ton, cabai rawit 3.266 ton, dan cabai besar 1.690 ton

Sinergi Jadi Kunci

Melalui sinergi pusat, daerah, TPID, dan pemangku kepentingan, Pemprov Lampung akan terus memperkuat pengendalian inflasi lewat pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga, dan penguatan produksi pangan.

Keberhasilan menjadikan Lampung inflasi terendah di Sumatra diharapkan terus dipertahankan. Ini fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat. (Pemprov Lampung)

Related posts

Leave a Comment