MPLS Sekolah Rakyat di Lampung Siap 13 Juli, Kuota 607 Siswa

Wagub Lampung Jihan Nurlela pimpin rapat persiapan MPLS Sekolah Rakyat di ruang kerjanya
Wagub Lampung Jihan Nurlela memimpin rapat persiapan MPLS Sekolah Rakyat di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mematangkan teknis Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat. Wakil Gubernur (Wagub) Jihan Nurlela memimpin rapat itu di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).

Proses transisi dan pindah data siswa Sekolah Rakyat Permanen berjalan aman. Data nonaktif hanya 4,2 persen, di bawah batas kritis 5 persen.

“Pengawasan ketat tetap harus jalan selama transisi awal pasca-MPLS,” tegas Jihan.

Guna mengawal masa transisi ini, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan Provinsi, dan pendamping PKH akan memonitor harian pada awal MPLS agar sesuai rencana.

Fokus saat ini pemetaan kuota di wilayah prioritas Lampung Timur dan Kota Baru. Sekolah Rakyat Lampung Timur siap menampung 337 siswa, yang terdiri 270 hasil penjangkauan lapangan dan 60 siswa dari rintisan SKB 35.

Sekolah Rakyat 32 Kota Baru Lampung Selatan mengalokasikan 270 siswa. Masing-masing membuka 3 rombongan belajar SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan belajar.

Menjelang open house 13 Juli 2026, Pemprov Lampung agendakan kunjungan rumah (home visit). Wagub bersama tim teknis meninjau 3 rumah siswa desil terendah hasil pemetaan lapangan.

“Home visit bentuk perhatian pemerintah lihat kesiapan siswa sebelum hari pertama sekolah,” ujar Jihan.

Pemprov Lampung optimis transisi ke Sekolah Rakyat Permanen lancar. Program ini jadi tonggak putus rantai kemiskinan lewat pendidikan. (kmf)

Related posts

Leave a Comment