
WAY PANJI – Grebeg Suro Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji resmi naik kelas. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menetapkan tradisi peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah itu sebagai agenda tahunan tingkat kabupaten mulai 2027.
Perayaan tahun ketiga pada Selasa (16/6/2026) itu dengan kirab budaya, pertunjukan Reog Ponorogo, dan doa bersama. Ribuan warga hadir sebagai wujud syukur menyambut Tahun Baru Islam.
Bupati Egi hadir langsung dan membuka sambutan dengan Bahasa Jawa. “Matur nuwun geh mas, apik acarane,” ucapnya disambut antusias warga.
Komitmen Lestarikan Budaya
Bupati Egi menilai Grebeg Suro bukan sekadar pesta rakyat. Tradisi ini menyimpan nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan pada leluhur.
“Ini acara luar biasa. Saya bangga bisa hadir. Masyarakat Sidoharjo menjunjung tinggi karakter budaya sehingga adat istiadat tetap terjaga,” kata Egi.
Menurutnya, pelestarian tradisi sejalan dengan Program Desa Helau Pemkab Lampung Selatan. Salah satu unsur “Lestari” di Helau fokus menjaga kearifan lokal.
“Di unsur Helau ada pesan mendalam, yakni menjaga budaya agar tetap hidup. Harapannya warga kian memahami makna tradisi ini,” ujarnya.
Jadi Destinasi Wisata Baru
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Egi berkomitmen mengangkat Grebeg Suro ke level kabupaten tahun depan.
“Tahun depan kita buat lebih besar lagi. Saya ingin Way Panji jadi destinasi pariwisata unggulan Lampung Selatan. Wisatawan bisa datang ke sini,” tegasnya.
Ia berharap pengembangan acara budaya ini berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Egi juga mengajak warga menjadikan Tahun Baru Islam momentum introspeksi. “Jadikan hari ini untuk meresapi syukur dan evaluasi diri agar tahun depan lebih baik,” ujarnya.
Ketua Panitia Khoirulloh Lukmansyah berterima kasih atas dukungan Pemkab. “Saya hanya ingin Sidoharjo lebih dikenal. Wong Jowo sing apik ora lali lan usule (orang Jawa yang baik tak pernah lupa asal-usulnya),” katanya.
Dengan dukungan Pemkab Lampung Selatan, Grebeg Suro Sidoharjo berpotensi menjadi ikon budaya baru yang mendongkrak ekonomi warga Way Panji. (kmf)