
KALIANDA- Di balik suara mesin meraung dan ban berdecit di lintasan Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ada cerita lain tak kalah menarik. Bukan tentang pembalap atau mobil-mobil bertenaga besar, melainkan para pedagang kecil mendadak banjir pembeli.
Sejak ajang balap drift nasional itu di Lapangan Way Handak Expo, Lampung Selatan, Kalianda, denyut ekonomi di sekitar arena ikut melonjak.
Ribuan pengunjung datang menyaksikan IDS Sumatra 2026 ternyata membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mulai dari pedagang bakso, pecel, es minuman, hingga warung-warung kecil di sekitar venue.
Di sela ramai penonton yang lalu-lalang, Malik, pedagang mi ayam bakso yang sehari-hari berjualan di depan Gedung Olahraga Way Handak (GWH), tampak sibuk melayani pembeli. Wajahnya terlihat semringah.
Baginya, IDS Sumatra 2026 bukan sekadar tontonan otomotif, melainkan harapan baru bagi para pedagang kecil seperti dirinya.
“Semoga IDS ini ramai sehingga pengunjung juga bisa singgah ke tempat kami. Pedagang bukan hanya di dalam venue, melainkan juga ada berjualan di luar area acara. Semoga rezeki bisa kita rasakan bersama,” ujar Malik, Sabtu (23/5/2026).
Promosi Produk Lokal
Tak jauh dari lokasi Malik, Eli, pedagang soto, pecel, dan minuman dingin di kantin GWH mengaku omzet dagangannya meningkat dibanding hari-hari biasa. Menurutnya, ribuan penonton IDS hadir berdampak langsung terhadap penjualan.
“Alhamdulillah, pembeli jadi lebih ramai dari biasanya. Semoga ke depan kian banyak kegiatan di area GWH agar kami para pedagang juga terus merasakan peningkatan penjualan,” kata Eli.
Cerita Malik dan Eli menjadi potret kecil dari efek domino dari IDS Sumatra 2026. Ajang kali pertama di Pulau Sumatra ini tak hanya menjadi panggung kompetisi drift nasional, tapi juga menyiptakan multiplier effect ekonomi lokal.
Perputaran uang tak hanya terjadi di dalam arena, tapi menjalar hingga ke warung-warung kecil, transportasi lokal, penginapan, hingga destinasi wisata sekitar.
Momentum ini juga membuka ruang promosi lebih luas bagi produk-produk lokal Lampung Selatan. Ribuan penonton berbagai daerah menjadi pasar potensial mengenalkan wajah daerah. Tak hanya melalui sport tourism, tapi juga melalui kuliner dan ramah masyarakatnya.
Dorong Ekonomi Masyarakat
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memang menaruh harapan besar pada penyelenggaraan IDS Sumatra 2026.
Bagi pemerintah daerah, gelaran ini bukan semata hiburan otomotif berskala nasional, melainkan strategi mendorong ekonomi masyarakat tumbuh melalui penguatan sektor UMKM, kuliner, transportasi, hingga pariwisata.
Dan kini, harapan itu mulai terlihat nyata. Di tengah deru mesin dan asap ban mengepul, ada senyum para pedagang kecil yang pulang dengan penghasilan lebih baik dari biasanya.
Bagi mereka, IDS Sumatra 2026 tak hanya soal siapa tercepat di lintasan, tapi tentang sebuah acara besar bisa menghadirkan berkah yang benar-benar terasa hingga ke lapak-lapak sederhana di pinggir arena. (Kmf)