MBR Lampung Selatan Bisa Punya Rumah, Cicilan 40 Tahun

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri PKP, Maruarar Sirait, Kamis (7/5/2026). (Dislominfo Lamsel)

JATI AGUNG- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan ini membawa angin segar bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.

Kunjungan kerja itu berpusat pada acara Kredit Program Perumahan bertajuk “Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat” di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.

Program ini menyoroti kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya.

Masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun, sekaligus mendapatkan skema cicilan lebih ringan.

Maruarar Sirait berkata, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius sektor perumahan rakyat sebagai bagian membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

“Presiden memerintahkan kepada saya menyiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.

Tenor 40 Tahun

Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas kemudahan masyarakat berpenghasilan rendah agar kian mudah memiliki rumah layak huni.

Salah satu kebijakan yang disiapkan, yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.

“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang 40 tahun sehingga cicilan masyarakat jadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung MBR di Lampung juga sudah gratis,” katanya.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis membantu masyarakat yang selama ini sulit punya rumah akibat tinggi cicilan dan biaya administrasi.

Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan itu dapat membuka akses kepemilikan rumah lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.

“Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat cepat pemerataan hunian layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Program ini juga bagian upaya pemerintah meningkatkan sejahtera masyarakat melalui penyediaan hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan. (Kmf)

Related posts

Leave a Comment