Banjir Rendam Rumah di Jagabaya 1 dan 2, Warga Rugi Rp10 Juta

Rumah warga di perbatasan Jagabaya 1 dan Jagabaya 2, Kecamatan Way Halim, terendam banjir, Selasa malam, 14 April 2026. (Ratu Media)

BANDARLAMPUNG- Hujan deras mengguyur Kota Bandarlampung Selasa 14 April 2026 malam menyebabkan banjir. Rumah warga di perbatasan Jagabaya 1 dan Jagabaya 2, Kecamatan Way Halim, terendam banjir.

Salah satu rumah terdampak berada tepat di depan Kantor Redaksi Ratumedia.id. Pemilik rumah, Ibrahim, mengatakan, banjir kali ini terparah yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Sudah biasa banjir, tapi tak sebesar ini. Tinggi air sampai sepinggang orang dewasa,” kata Ibrahim, Rabu (15/4/2026).

Akibat banjir itu, dua sepeda motor miliknya mogok setelah terendam air. Selain itu, sejumlah peralatan elektronik rumah tangga, seperti mesin cuci dan kulkas juga mengalami rusak.

“Dua motor mogok semua karena terendam air. Mesin cuci dan kulkas juga mati,” ujarnya.

Ibrahim memperkirakan total kerugian akibat banjir sekitar Rp10 juta, mencakup kendaraan rusak, peralatan elektronik, dan sejumlah perabot rumah tangga.

Namun, warga menyayangkan bukan hanya kerugian materi, melainkan minim perhatian aparatur setempat terhadap kondisi warga terdampak langsung.

Menurut Ibrahim, camat, lurah, dan petugas linmas sempat datang ke lokasi untuk meninjau kondisi banjir. Namun, kata ia, mereka hanya memantau dari area jembatan dan tak turun langsung melihat rumah-rumah warga terendam.

“Camat sama lurah hanya mantau di jembatan, tidak masuk lihat situasi di dalam rumah saya,” keluhnya.

Ia menilai peninjauan para pamong itu terkesan hanya formalitas, sementara itu warga membutuhkan perhatian dan penanganan cepat di lapangan.

Sorotan pun mengarah kepada pihak Kelurahan Jagabaya 2 yang kurang responsif terhadap kondisi warganya. Di tengah banjir paling parah, warga mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah hingga Rabu pagi.

“Belum ada bantuan sama sekali dari pemerintah,” tandas Ibrahim.

Warga berharap aparat kelurahan tak hanya memantau, tapi harus turun langsung ke rumah-rumah warga untuk melihat dampak banjir secara nyata dan segera menyalurkan bantuan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat, bahwa masalah drainase dan penanganan banjir di wilayah Jagabaya masih membutuhkan perhatian serius, terutama saat intensitas hujan tinggi mengguyur Bandarlampung. (rn)

Related posts

Leave a Comment