
KALIANDA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) mengikuti ajang penilaian Creative Financing 2026. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah menggelar ajang ini sebagai bagian upaya mendorong lahir kepala daerah berjiwa wirausaha dalam mengelola keuangan daerah.
Penilaian ini mengukur sejauh mana pemerintah daerah mampu menerapkan konsep Entrepreneur Government, yakni pendekatan inovatif dalam menggali dan mengelola sumber pembiayaan pembangunan secara kreatif dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan secara virtual Selasa (14/4/2026), Bupati Lamsel, Radityo Egi Pratama, menyampaikan berbagai strategi pembiayaan kreatif yang telah dan akan pemerintah daerah jalankan.
Bupati Egi mengikuti pemaparan secara daring dari Jakarta.
Menurutnya, pihaknya terus mendorong inovasi mengelola keuangan daerah melalui optimalisasi pajak dan retribusi, penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
“Pemkab Lamsel berupaya menghadirkan terobosan dalam pembiayaan daerah agar pembangunan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ajang ini juga momentum penguatan koordinasi dan pemenuhan data dukung sebagai bagian proses penilaian. Melalui langkah ini, kapasitas fiskal daerah dapat meningkat dan memperkuat mandiri keuangan daerah.
Dorong Mandiri
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menekankan, inovasi pembiayaan penting dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah.
Ia menyebut, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah lahir menjadi tonggak penting yang mendorong daerah lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan.
“Daerah harus terus melakukan terobosan dan tak hanya bergantung transfer pusat, tapi aktif mencari sumber pembiayaan alternatif,” kata Agus.
Adapun indikator penilaian Creative Financing mencakup inovasi pajak dan retribusi, pengelolaan BUMD, pemanfaatan CSR, pengelolaan barang milik daerah dan BLUD, hingga penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.
Selain itu, aspek digitalisasi l, seperti implementasi SIPD, KKPD, ETPD, SPBE, dan capaian opini laporan keuangan daerah juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Rencananya, anugerah Creative Financing 2026 untuk regional Sumatra di Palembang pada 22 April 2026, dengan kategori penghargaan bagi satu gubernur, tiga bupati, dan tiga wali kota terbaik. (Kmf)