
KALIANDA- Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Radityo Egi Pratama melepas keberangkatan 1.350 santri kabupaten setempat menuju ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026).
Pelepasan ribuan santri tergabung dalam Rombongan Mangkat Santri Lampung itu menjadi simbol harapan besar masyarakat terhadap generasi muda menempuh jalan ilmu agama.
Sebanyak 27 armada bus mengantarkan para santri menuju Pondok Pesantren Lirboyo.
Bupati Egi menegaskan, keberangkatan para santri merupakan perjalanan spiritual sarat makna.
“Ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan langkah mulia menjemput cahaya ilmu. Kalian ialah aset spiritual yang akan menjaga cahaya iman di Lamsel,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, status sebagai santri Lirboyo bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga tanggung jawab membawa nama baik daerah.
“Menjadi santri di sana berarti membawa nama Lamsel. Saya titipkan nama daerah ini, belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh,” pesannya.
Iaa menekankan, proses belajar yang akan para santri jalani harus sebagai bekal pengabdian.
“Belajarlah dengan hati, pulanglah dengan bakti. Jadikan ilmu sebagai cahaya bermanfaat, tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.
Tradisi melepas santri, menurutnya, memiliki nilai filosofis kuat. Para santri tak dilepas sendirian, tapi diiringi doa, dukungan, dan harapan dari orang tua, masyarakat, hingga pemerintah daerah.
“Ini adalah kekuatan moral mereka. Ada doa yang menyertai setiap langkah mereka,” katanya. (Kmf)