
MERBAU MATARAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) memanfaatkan momentum Safari Ramadan untuk menegaskan komitmen percepatan pembangunan infrastruktur sebagai pengungkit ekonomi desa.
Begitu kata Wakil Bupati (Wabup) Lamsel, M. Syaiful Anwar, saat kunjungan ke Masjid An-Nur, Desa Lebung Sari, Kecamatan Merbau Mataram, Kamis (26/02/2026).
Wabup Syaiful menekankan, pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama mendorong pertumbuhan ekonomi dan sejahtera masyarakat.
Menurutnya, akses jalan dan fasilitas penunjang memadai akan berdampak langsung meningkatkan mobilitas dan distribusi hasil produksi warga.
“Ketika akses lancar, mudah memasarkan hasil pertanian, mobilitas meningkat, dan sejahtera pun ikut terdongkrak,” ujar Syaiful.
Maksinslkan Potensi
Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 Pemkab Lamsel merealisasikan pembangunan infrastruktur di Merbau Mataram dengan total anggaran lebih dari Rp15 miliar.
Pembangunan itu meliputi jalan, jembatan, gorong-gorong, hingga drainase. Program serupa, lanjut ia, akan kembali berlanjut pada 2026 untuk memastikan pemerataan pembangunan.
Selain infrastruktur, Syaiful juga meminta Camat Merbau Mataram bersama para kepala desa memaksimalkan potensi wilayah.
Merbau Mataram memiliki lahan pertanian subur yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Lamsel.
Sisi lain, mulai merintis potensi pariwisata berbasis alam dan budaya. Salah satunya melalui inisiatif Desa Triharjo dengan program wisata budaya “Srawung Seni Sawah” yang memadukan pertunjukan seni dengan suasana persawahan.
Jaga Kondusivitas
Sektor ekonomi kreatif pun menunjukkan geliat positif. Pelaku UMKM di wilayah ini cukup aktif, mulai usaha olahan gula aren, kuliner lele asap, bakso berbahan dasar ikan, hingga keripik lumer.
“Saya minta Camat dan para Kades dapat memberikan ruang luas bagi pelaku usaha UMKM. Bantu pemasarannya, jangan biarkan mereka berjuang sendiri,” tegasnya.
Syaiful mengajak masyarakat menjaga kondusivitas wilayah selama Ramadan dan mempererat persatuan.
Ia juga membuka ruang luas bagi masyarakat menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi pemerintah daerah dan media sosial.
“Mari kita jaga persatuan, perkuat ukhuwah, dan jangan mudah terprovokasi isu-isu memecah belah,” katanya. (Kmf)