
KALIANDA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menyiapkan langkah besar dalam sektor pariwisata dengan membangun ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan.
Strategi pemkab setempat ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke Lamsel tercatat 1.647.716 orang. Namun, rata-rata lama tinggal wisatawan baru sekitar tiga jam.
Kondisi ini belum optimal dalam mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Pemerintah daerah pun menargetkan peningkatan durasi kunjungan menjadi dua hingga tiga hari.
Rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2026 di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lamsel, Kamis (26/2/2026).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamsel, I Nyoman Setiawan, mengatakan, konsep pembangunan ke depan tak hanya berfokus meningkatkan jumlah kunjungan, tapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperkuat dampak ekonomi masyarakat lokal.
Premium dan Khusus
I Nyoman Setiawan menjelaskan, arah pembangunan pariwisata akan fokus mengembangkan wisata premium dan wisata minat khusus.
“Untuk wisata premium, kawasan seperti Bakauheni Harbour City, Merak Belantung, dan Kalianda akan menjadi prioritas penguatan,” ujarnya.
Pada segmen wisata minat khusus, akan mengoptimalkan potensi jelajah kepulauan, antara lain Pulau Sebesi, Pulau Umang-Umang, dan Pulau Sebuku.
Fokus pengembangan segmen ini meliputi diving, ekowisata alam, hingga wisata petualangan.
Selain kawasan kepulauan, pengembangan juga menyasar ekowisata dan petualangan alam di Gunung Rajabasa melalui aktivitas hiking, bersepeda, dan glamping.
Di sisi infrastruktur dan konektivitas, Pemkab Lamsel menyiapkan rute wisata bertajuk Sunset of South, memperbesar akses Sukamarga menuju Merak Belantung.
Selain itu, juga mengonsep ulang jalur Way Lubuk ke Sinar Laut menjadi sunset route yang menyuguhkan panorama pesisir.
Penguatan sektor pariwisata tersebut juga perlu dorong melalui kolaborasi lintas sektor.
Event Olahraga
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Lamsel, Edy Firnandi, menegaskan, pengembangan pariwisata tak dapat berjalan sendiri dan perlu dukungan sektor lain, termasuk olahraga.
Ia menilai penyelenggaraan event olahraga berpotensi meningkatkan kunjungan karena mampu menarik peserta dan penonton luar daerah bermalam di Lamsel.
“Koordinasi masing-masing cabang olahraga pun perlu maksimal agar berdampak langsung meningkat kunjungan wisata,” katanya.
Berbagai event berbasis alam seperti pendakian Gunung Rajabasa, trabas grasstrack, hingga trabas sepeda disebut dapat sebagai agenda rutin.
Dalam skema itu, pemerintah daerah akan menyiapkan rute dan lengkap dengan pos-pos UMKM di sepanjang jalur kegiatan. Ini agar efek ekonomi tak hanya berhenti pelaksanaan event, tapi turut menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kita siapkan rute. Sepanjang jalan bisa ciptakan pos UMKM. Jadi, efeknya bukan hanya event, melainkan juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Edy.
Dengan strategi terintegrasi ini, Pemkab Lamsel berharap lonjakan kunjungan wisata tak lagi berhenti angka statistik, tapi benar-benar menghadirkan nilai tambah daerah dan sejahtera masyarakat. (Kmf)