
BANDARLAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah guna mewujudkan sejahtera masyarakat berkelanjutan. Upaya itu melalui kreativitas dan inovasi dengan tetap mengedepankan prinsip partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas.
Begitu kata Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Lampung, Lukman Pura, pada apel mingguan dan peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026, Senin (19/01/2025).
“Selamat memperingati HDN. Semoga momentum ini kian menguatkan komitmen kita bersama membangun desa mandiri, maju, dan sejahtera sebagai pilar utama pembangunan daerah dan nasional,” ujarnya.
Guna mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, Pemprov Lampung telah menetapkan program unggulan Program Desaku Maju.
Program ini sebagai solusi strategis untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan mendorong desa menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Fokus Program
Program Desaku Maju berfokus memberdayakan ekonomi desa, meningkatkan infrastruktur dasar, menguatkan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta menyediakan wadah promosi dan pemasaran produk unggulan desa.
Selain itu, program ini juga memperkuat jejaring pelaku usaha lokal dan meningkatkan daya saing ekonomi desa melalui berbagai event berbasis budaya, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal.
“Program ini tak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat desa, tapi juga mengubah pola pikir dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku pembangunan mandiri dan kreatif,” ujarnya.
Secara data, Provinsi Lampung memiliki 2.446 desa berdasarkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia tahun 2025.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun, Lampung menunjukkan tren positif peningkatan status desa yang mencerminkan keberhasilan pembangunan berbasis desa.
Maju dan Mandiri
Hingga 2025, tercatat 699 desa berkembang yang menunjukkan kemajuan akses dasar, seperti listrik, air bersih, dan pendidikan, serta fokus menguatkan ekonomi lokal pertanian dan perikanan.
Selain itu, 1.186 desa maju telah memiliki infrastruktur dan tingkat sejahtera tinggi, termasuk inovasi desa wisata dan fasilitas layanan dasar memadai.
Kemudian, 561 desa mandiri di Lampung menjadi contoh berhasil membangun desa dengan mandiri ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan inovasi teknologi serta partisipasi aktif masyarakat.
Desa di Lampung dengan sebutan desa, pekon, atau tiyuh memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan daerah.
Keberadaan desa-desa ini mencerminkan matang pembangunan Lampung yang tumbuh melalui proses panjang dan berkelanjutan, baik aspek infrastruktur, perekonomian, pendidikan, maupun kebudayaan. (kmf)