Menbud Fadli Zon Apresiasi Wastra Lampung

Mengenakan Peci Maduaro, Menbud Fadli Zon, meninjau produk wastra Lampung pada Kriya Jemari 2025 di Gedung Graha Wangsa, Jumat (21/11/2025). (Diskominfotik Lampung)

BANDARLAMPUNG- Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menekankan penyelenggaraan pameran penting sebagai sarana promosi budaya.

Menbud menekankan hal itu saat ia menghadiri hari kedua Kriya Jemari Tahun 2025, di Gedung Graha Wangsa, Jumat (21/11/2025).

Terkait relevansi tema Kriya Jemari 2025 “Merajut Tradisi, Menenun Inovasi”, menurutnya, pemajuan kebudayaan tak cukup hanya melindungi tradisi, tapi harus diperluas melalui pemanfaatan dan pengembangan visioner.

​“Budaya jangan kita anggap beban, juga bukan sekadar identitas. Budaya harus kita jadikan aset nasional, National Treasure kita, yang mampu menyiptakan Cultural and Creative Industry,” ujarnya.

Apresiasi Menbud

Ia menyontohkan, kekayaan Wastra Lampung mencakup motif, teknik, dan ragam luar biasa sebagai modal penting inovasi fesyen dan ekonomi kreatif, didukung kreativitas generasi Milenial dan Gen Z.

Menbud mengingatkan, upaya memajukan kebudayaan ialah tugas kolektif seluruh komponen bangsa. Hal ini sesuai amanat konstitusi, yaitu Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945.

Ia berkomitmen memperjuangkan Tapis Lampung bersama Wastra sejenis lainnya, seperti Tenun, Songket, dan Ikat, dapat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO.

Ini, kata ia, menyusul jejak Batik telah diakui tahun 2009. Upaya ini akan melalui skema Joint Nomination atau Extension List di UNESCO.

Leluhur dan Masa Kini

Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan, tema Kriya Jemari 2025 menegaskan esensi wastra Lampung, khususnya Tapis, merupakan hasil perpaduan harmonis antara nilai-nilai luhur tradisi warisan leluhur dan sentuhan kreativitas generasi masa kini.

​“Setiap helai tapis, setiap sulaman, setiap anyaman dari perajin kami lahir dari perpaduan leluhur bersama dengan kreativitas generasi masa kini,” jelas Wulan Mirza.

Dia mengungkapkan, Pameran Kriya Jemari ialah transformasi dari gelaran Lampung Craft sebelumnya.

Tujuan utama kegiatan ini, jelas dia, menanamkan dan membangkitkan semangat generasi muda melestarikan budaya lokal.

Wulan Mirza juga menilai Menbud Fadli Zon hadir sebagai bentuk dukungan besar bagi Dekranasda dan Budaya Provinsi Lampung.

Dia juga mengapresiasi Fadli Zon karena berkenan mengenakan Peci Maduaro dari Tulang Bawang dan Wastra dari Pesawaran. (kmf)

Related posts

Leave a Comment