
BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, melantik Tim Literasi Provinsi Lampung periode 2025-2030 di Balai Keratun Lt. III, Jumat (26/9/2025).
Pelantikan Tim dengan Ketua Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur nomor: G/037/V.18/HK/2025 tentang Pembentukan Tim Literasi Provinsi Lampung
Wagub Jihan Nurlela menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menjadikan literasi sebagai pondasi utama membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing.
“Literasi akan mengarsipkan ragam pengetahuan dengan rapi di kepala kita, menjadi perisai dan modal menghadapi segala tantangan di masa depan,” tegas Jihan.
Tantangan Literasi
Menurutnya, bangsa literat ialah bangsa mampu berpikir kritis, kreatif, dan solutif.
Namun, kata Jihan, era digital ini, tantangan literasi kian kompleks. Kemajuan teknologi, seperti Kecerdasan Artifisial (AI), membawa dampak ganda dan perlu menjadi perhatian.
“Teknologi ini berpotensi menurunkan kemampuan membaca mendalam, mematikan semangat menulis, meningkatkan risiko misinformasi, dan menghilangkan kreativitas asli akibat budaya copy-paste,” ujar ia mengingatkan.
Merujuk data Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca), Indonesia tahun 2023 berada pada skor 64,48 (kategori ‘sedang’), Jihan mengajak semua pihak tak berpuas diri.
Inovasi Program
Ia berharap Tim Literasi Provinsi, Bunda Literasi Provinsi, dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota menghidupkan inovasi program karena dapat menstimulasi minat baca generasi muda.
“Buku, majalah, dan media cetak ialah sumber informasi utama masa lalu. Hari ini, di tengah mudah gawai, kita harus tetap mampu menjadikan buku dan sumber informasi terverifikasi sebagai rujukan utama,” pesannya.
Dia mengakui Lampung masih menghadapi tantangan serius, dengan angka buta aksara 2,64%, yang berarti belum mencapai nol persen. Sisi lain, Lampung berpeluang besar dengan lebih 64% penduduk berada pada usia produktif menurut data BPS tahun 2024.
“Ini ialah privilege dan tantangan. Kita harus menstimulasi semangat mencari informasi pada kalangan usia produktif ini,” ajaknya.
Tambah Koleksi
Untuk mendukung hal itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi, organisasi kewanitaan, media, dan swasta, bersinergi memperbanyak koleksi buku di perpustakaan daerah.
“Saya mohon dukungan dan kerja sama semua pihak membantu perpustakaan di Lampung menambah koleksinya,” imbau Jihan sambil menyoroti penting literasi digital sebagai fokus utama.
Wagub menekankan, gerakan nyata mengakar semua lini masyarakat dan menjadikan literasi penting sebagai gerakan bersama, mulai dari rumah, sekolah, kampus, hingga ruang publik.
Dia berharap Tim Literasi Provinsi Lampung dapat mewujudkan SDM Lampung berkualitas dan berdaya saing, berbekal literasi yang baik untuk menjawab tantangan zaman.
“Pemerintah Provinsi Lampung akan selalu mendukung melalui program-program sejalan dengan visi ‘Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045’,” pungkasnya. (*)