Kepala Sekolah Terbukti Pungli, Bupati Egi: Saya Berhentikan

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, rapat koordinasi dan silaturahmi dengan Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SD se-Lampung Selatan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Jumat (26/9/2025). (Diskominfo Lamsel)

KALIANDA, SAYLAMPUNG.ID- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersikap tanpa kompromi terhadap praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan.

Bupati Egi menegaskan, tak akan memberi ampun siapa pun karena terbukti pungli, terutama merugikan masyarakat.

Egi menyampaikan pesan itu saat rapat koordinasi dan silaturahmi dengan Kepala Satuan Pendidikan Jenjang SD se-Lampung Selatan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Jumat (26/9/2025).

“Saya larang keras ada pungli. Tak ada ampun. Apalagi ngambilnya dari masyarakat. Kalau ketahuan, saya akan berhentikan kepala sekolah dengan tak terhormat,” tegasnya.

Bupati Egi menekankan, pendidikan di Lampung Selatan hanya bisa maju jika mengelola secara bersih dan profesional.

Menurutnya, pendidikan bebas pungli akan memberi ruang lebih luas bagi siswa, guru, dan orang tua berfokus meningkatkan mutu belajar.

“Saya ingin pendidikan di Lampung Selatan maju, unggul, dan berdaya saing. Itu hanya bisa terwujud kalau kita bekerja jujur, tanpa pungli, dan mengutamakan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Egi meminta para kepala sekolah menerjemahkan visi dan misi daerah dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, sekolah tak hanya menyetak lulusan dengan intelektual tinggi, tapi juga harus membekali siswa dengan kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ).

Ia juga memaparkan data pendidikan Lampung Selatan. 34 persen penduduk hanya berpendidikan SD, 25 persen SMP, dan 21 persen SMA. Kondisi ini, nilai ia, belum sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang menuntut minimal lulusan SMA.

Ketimpangan ini, kata Egi, menjadi salah satu faktor penyumbang pengangguran yang perlu serius menanganinya.

Untuk itu, ia meminta kepala sekolah segera menentukan skala prioritas program dengan metode diagram Eisenhower (do, decide, delegate, delete). Hasil perencanaan ini harus melaporkan ke Dinas Pendidikan sebagai dasar menyusun program tahun depan.

Selain itu, menyusun program yqng akan berintegrasi dengan aspirasi masyarakat tingkat kecamatan melalui camat, agar lebih tepat sasaran. “Menyusun program harus impactful dan sustainable,” tegasnya.

Rakor ini menitikberatkan dua hal utama, yakni menguatkan mutu pendidikan yang selaras dengan nilai moral dan budaya, serta memberantas praktik pungli.

Bupati berpesan agar seluruh elemen pendidikan bekerja sama membangun Lampung Selatan maju dan berdaya saing. (Kmf)

Related posts

Leave a Comment