
LAMPUNG SELATAN, SAYLAMPUNG.ID- Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Abdul Haris, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Lampung lantaran terus konsisten menguatkan dalam membangun desa.
Abdul Haris menegaskan, tugas utama pihaknya ialah mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat.
Ia menyampaikan, Presiden melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 telah menargetkan menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026.
“Paradigma kita pun harus berubah, dari sekadar memberi bantuan menjadi berdayakan yang berkelanjutan,” kata ia saat kunjungan kerja guna mendukung Program Desaku Maju di Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Kamis (10/7/2025).
Menurutnya, pembangunan desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional harus secara menyeluruh.
“Program, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi bagian penting strategi nasional menyiptakan ekosistem ekonomi desa tangguh dan mandiri,” ujarnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan, Desaku Maju ialah bagian Program Unggulan Provinsi Lampung yang sejalan visi pembangunan “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” serta mendukung misi pembangunan ekonomi inklusif dan mandiri.
“Selama kurun waktu 2019–2024, angka kemiskinan di Lampung menurun dari 12,62 persen menjadi 10,62 persen. Namun, kemiskinan masih dominan berada di wilayah perdesaan,” ujar wagub.
Diperluas
Jihan menambahkan, dari 2.446 desa di Lampung, baru 480 desa berstatus mandiri, sementara masih terdapat 123 desa tertinggal dan 17 desa sangat tertinggal.
Program Desaku Maju, kata wagub, kali pertama meluncur 3 Juni 2025 di Desa Wonomarto, Kabupaten Lampung Utara, kini implementasinya ke berbagai desa di Lampung.
“Program ini mampu menyiptakan ekosistem ekonomi desa kuat, melalui kolaborasi dengan BUMDes, kelompok tani, dunia usaha, serta akademisi,” jelasnya.
Implementasi program ini meliputi penyediaan Pupuk Organik Cair, bantuan dryer pertanian, pelatihan vokasi rumah tangga miskin.
Lalu, pembangunan jalan desa sebagai akses distribusi hasil pertanian dan produk desa lainnya.
Dia juga menyampaikan, sumber pangan dari pertanian, perikanan, dan peternakan di Lampung sangat mendukung sukses Program MBG yang menjadi agenda prioritas pemerintah pusat.
Kunjungan Deputi Kemenko PM ini bagian menguatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mewujudkan pembangunan dari desa, utamanya melalui menguatkan sektor pertanian, kelembagaan ekonomi, dan infrastruktur perdesaan. (kmf)