Waspada, Diabetes di Indonesia Terus Melonjak

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Edwin Rusli, memberikan sambutan memeringati Hari Diabetes Sedunia 2023 di Lapangan Korpri Komplek Perkantoran Gubernur, Ahad (12/11/2023). (Foto: Ist)

BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Diabetes melitus merupakan penyakit tak menular harus mendapat perhatian khusus. Penyakit ini memicu kematian tertinggi ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. Edwin Rusli, berkata hal itu dalam rangkaian Hari Diabetes Sedunia 2023 di Lapangan Korpri Komplek Perkantoran Gubernur, Ahad (12/11/2023). 

“Perlu menjadi perhatian kita semua bahwa, total penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta tahun 2019 menjadi 19,5 juta tahun 2021,” ujar Edwin Rusli.

Tahun ini memperingati Hari Diabetes Sedunia bertemakan global “Know Your Risk, Know Your Response” dan tema nasional adalah “Deteksi Dini, Segera Atasi, Cegah Komplikasi.”

Ia berkata, pesan utama memperingati Hari Diabetes Sedunia 2023 ini ialah 1 dari 10 orang dewasa menyandang diabetes pada seluruh dunia merupakan diabetes, yang mayoritas diabetes tipe 2. 

Dalam banyak kasus jelas ia, diabetes tipe 2 dan komplikasinya dapat dicegah. Untuk itu, masyarakat perlu memahami risiko dan menentukan tindakan harus untuk mendukung dalam mencegah, diagnosis dini, dan berobat tepat waktu.

Ia menjelaskan, Hari Diabetes Sedunia tahun ini bertagline “Deteksi Cepat, Respon Tepat.”

“Diabetes tak dapat disembuhkan tapi dapat dikendalikan agar tak terjadi komplikasi,” katanya.

Ia mengimbau, seluruh lapisan masyarakat dan komponen bangsa, khususnya peran keluarga sangat membantu menurunkan angka diabetes dalam keluarga. Dengan cara meningkatkan kesadaran hidup lebih sehat. 

Giat Hari Diabetes Sedunia ini serentak di provinsi, kabupaten, dan kota-kota di Indonesia. Kegiatan itu beragam, seperti berolahraga bersama (senam, car free day, jalan santai, dan lainnya).

Selain itu, mendeteksi dini faktor risiko diabetes hingga informasi kegiatan, mengedukasi terkait mencegah dan mengendalikan diabetes kepada masyarakat dengan memasang poster, media sosial, media cetak dan elektronik. 

“Saya berterima kasih Tropicana Slim atas kolaborasi mengampanyekan hidup sehat ke masyarakat Lampung,” ucapnya.

Area Marketing Tropicana Slim, Dian Vio, mengatakan, mengurangi konsumsi makanan, minuman manis, dan gorengan, termasuk memasak sendiri di rumah, dapat menjadi salah satu alternatif mendukung pola makan sehat. 

Menurutnya, memasak sendiri sangat ekonomis dan sehat karena masyarakat langsung memilih sumber makanan mengandung nutrisi lebih baik. Karena faktanya, memasak makanan sendiri mampu menurunkan risiko diabetes hingga 13 persen lebih rendah. 

Pihaknya percaya, pola hidup sehat ialah cara terbaik mencegah dan melawan diabetes. Salah satunya membatasi asupan gula, garam, dan lemak sebagai bagian pola makan sehat.

“Juga aktif bergerak, seperti senam bersama yang kita lakukan hari ini dan memantau kadar gula darah mandiri secara berkala,” ujar Dian. (kmf)

Related posts

Leave a Comment