
BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, berharap sinergi dan koordinasi antara pusat dan daerah khususnya provinsi dan kabupaten/kota akan menghasilkan satu kekuatan dan kebersamaan. Hal ini akan berdampak lancar mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung.
Begitu harapan Arinal Djunaidi saat ia mengikuti rapat koordinasi Penanganan Karhutla Provinsi Lampung tahun 2023 di Ambassador Room Lantai 2 Hotel Novotel, Selasa (19/9/2023).
Rapat itu bertujuan meningkatkan kerja sama dan koordinasi mencegah dan menangani karhutla di Lampung 2023.
Berdasarkan data BMKG, puncak kekeringan terjadi Agustus – September 2023 yang akan berdampak resiko tinggi terjadi karhutla.
Tahun ini luas kebakaran hutan di Lampung 2.992 hektare. Berdasarkan data Sipongi, total hotspot di Lampung dari Januari – September 2023 sebanyak 533 titik. Total hotspot tertinggi pada September 2023 sebanyak 193 titik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah berbagai upaya, baik berupa kebijakan Surat Keputusan Gubernur maupun upaya teknis mencegah dan menangani karhutla 2023, antara lain menyediakan anggaran melalui APBD Provinsi Belanja Tidak Terduga, dan Kesiapan personel (polisi kehutanan berjumlah 241 orang.
Lalu, masyarakat peduli api berjumlah 20 kelompok, masyarakat mitra polhut 600 orang, relawan peduli bencana berjumlah 27 lembaga swadaya masyarakat, TNI dan Polri dan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, dan kesiapan peralatan menangani karhutla.
Arinal dahulu menginisiasi Taman Nasional Way Kambas sebagai pusat mengembangkan badak.
Saat menjabat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, ia telah menginisiasi membuat kanal pembatas antara kawasan taman nasional dan pemukiman penduduk agar tak terjadi perambahan hutan secara liar.
Ia berharap pemerintah pusat dan pemprov perkuat koordinasi mengelola kawasan hutan, baik berstatus taman nasional maupun kawasan hutan lindung. Ini agar tak terjadi salah paham dalam pengelolaannya.
Ia mengingatkan agar memelihara dan menjaga maksimal kawasan hutan lindung, seperti Taman Nasional Bukit Barisan, Taman Nasional Way Kambas, Kawasan Hutan Lindung Way Kanan. Ini agar fungsi hutan tetap terjaga baik.
“Saya ingin agar luas hutan di Lampung dan luas kawasan tetap harus kita jaga maksimal dan berfungsi,” pintanya. (kmf)