
BANDARLAMPUNG, SAYLAMPUNG.ID- Ribuan hektare lahan sawah terendam banjir menjadi luka dan duka para petani, khususnya di Provinsi Lampung.
Pasalnya, ribuan hektare sawah terendam banjir itu terancam gagal panen, bahkan sudah ada yang pasti gagal panen.
Melihat persoalan ini, pengacara rakyat, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., angkat bicara.
Ia mengatakan, banyak kabupaten di Provinsi Lampung yang terdampak banjir, termasuk wilayah persawahan.
“Data saya miliki, sekitar ribuan hektare persawahan yang tersebar enam kabupaten banjir, seperti di Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Lampung Barat, Mesuji dan Tulang bawang,” katanya. Selasa (5/3/2024).
Wahrul menyoalkan komitmen garansi atau asuransi Kartu Petani Berjaya (KPB) yang menjadi program unggulan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
“Dalam konteks saat ini, apakah pemprov akan memberikan bibit dan pupuk terhadap petani terdampak,” katanya.
“Lalu, kapan Gubernur akan turun meninjau dan melihat persoalan sawah petani terendam banjir yang berpotensi gagal panen?” tanya ia.
Wahrul menuturkan, banyak petani mengeluh terkait susah mendapatkan pupuk.
“Saya dapat informasi, petani masih sulit mendapatkan pupuk bersubsidi,” ungkapnya.
Ada juga, lanjut ia, petani baru menanam di sawahnya dan baru dapat pupuk, lalu kena banjir. Ini perlu segera disikapi.
Ia menagih asas manfaat dari program KPB milik Gubernur Arinal.
Ia menanyakan dan menagih asas manfaat KPB itu. Karena selalu di-branding ialah tujuan program petani berjaya ini untuk kesejahteraan petani itu sendiri.
“Lalu, bagaimana realisasinya selama kurang lebih 4 tahun ini? Serta seperti apa input dan output-nya,” tegasnya.
Hingga saat ini, ia menilai belum ada langkah konkret Pemprov Lampung terkait solusi untuk para petani terancam gagal panen. (rls)